Warga Padang Harus Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana perpustakaan di pusat kota Padang yang  bagunannya rusak , Minggu  (4/10). Memasuki hari ke-5 gempa tektonik berkekuatan 7,6 SR  yang melanda Padang dan sekitarnya  masih banyak korban yang belum diketemukan. ANTARA/Maha Eka Swasta

    Suasana perpustakaan di pusat kota Padang yang bagunannya rusak , Minggu (4/10). Memasuki hari ke-5 gempa tektonik berkekuatan 7,6 SR yang melanda Padang dan sekitarnya masih banyak korban yang belum diketemukan. ANTARA/Maha Eka Swasta

    TEMPO.CO, Padang – Wali Kota Padang, Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah mengajak warganya siaga menghadapi kondisi dan dampak dari cuaca ekstrem yang melanda daerah itu dalam beberapa minggu terakhir.

    ”Baik siap siaga pada kemungkinan bencana alam maupun terhambatnya kebutuhan pokok,” katanya di Padang, Sabtu, 7 Januari 2017.

    Menurut Mahyeldi, warga bisa menghindari beberapa lokasi yang memungkinkan terjadi bencana, seperti menjauhi sungai dengan tidak melakukan aktivitas mencuci dan mandi di sungai. Sebab, dalam cuaca ekstrem saat ini, sulit menebak arus sungai.

    Baca juga:
    Harga Cabai Rawit di Sorong Setara Ponsel Murah Meriah

    Kemudian, menghindari berdiri di dekat pohon tinggi dan papan reklame besar atau parkir kendaraan. Adapun yang memiliki pohon tinggi lebih baik memangkasnya.

    ”Dengan hujan lebat dan angin kencang, kemungkinan buruk bisa saja terjadi, dan meminimalkan dampak perlu dilakukan,” kata Mahyeldi. Selain itu, dia mengajak warga siap siaga menghadapi kelangkaan persediaan bahan pokok atau naiknya harga seperti cabai dan bawang.

    ”Seperti yang ada di beberapa daerah, ada kemungkinan cuaca ekstrem yang melanda merata di seluruh Indonesia mengganggu panen beberapa pangan,” ujarnya.

    Dalam hal ini, kata Mahyeldi, warga bisa lebih menghemat persediaan bahan pokok tersebut dengan mengurangi masakan atau membuat alternatif makanan dengan minim cabai atau bawang. “Sebagai langkah antisipatif, kami tetap mengawasi dan membenahi fasilitas umum seperti jalan yang mengganggu,” tuturnya.

    Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan cuaca ekstrem di Sumbar, seperti angin kencang dan hujan lebat, diprediksi terjadi hingga akhir Januari.

    Perwakilan BMKG Ketaping Budi Samiadji menyebutkan, faktor regional lebih mempengaruhi kondisi ekstrem ketimbang cuaca global. Menurut dia, pola cuaca di Sumbar ini cukup unik karena akan berganti dari satu pola ke pola lainnya.

    ANTARA

    Simak:
    Deklarasi Masyarakat Anti-Hoax
    Anak Anda Sering Menggunakan Ponsel Cerdas? Waspadai Matanya



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.