JK: Penghinaan Australia Terhadap Indonesia Tidak Pantas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan penghentian kerja sama dengan militer Australia adalah bentuk reaksi pemerintah atas penghinaan terhadap Indonesia. Jusuf Kalla mengatakan penghinaan terhadap Indonesia itu sebagai sesuatu yang tidak pantas.

    "Suatu negara harus saling menghormati, karena itulah begitu ada hal-hal yang menurut pandangan kita tidak pantas, tentu pemerintah harus bereaksi," kata JK--begitu Kalla biasa disapa, Jumat, 6 Agustus 2016, dalam konferensi pers di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta.

    Kalla mengatakan kasus penghinaan ini menyangkut masalah TNI. Karena itu, TNI telah mengambil sikap atas masalah tersebut berupa penghentian pertukaran perwira dan mengevaluasi kerja sama lainnya. Langkah ini diambil meskipun Australia meminta maaf.

    Menurut Kalla permintaan maaf yang dilakukan bagi suatu negara adalah hal yang mudah. "Bagi suatu negara, minta maaf tentu sangat berat juga atas kesalahan," kata Kalla.

    Apalagi, kata Kalla, bisa saja kesalahan tersebut bukan dilakukan pemerintah Australia secara nasional. "Mungkin hanya lokal saja, mungkin hanya di tingkat apalah. Saya kira persoalan sudah dapat diselesaikan dengan baik," kata Kalla.

    Sebelumnya diberitakan, anggota TNI menemukan adanya materi pengajaran yang menghina Indonesia pada materi ADF. Salah satu bentuk penghinaan itu adalah menyebut Pancasila dengan pancagila. Materi lainnya adalah pemojokan pada TNI.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.