Mendikbud Perkirakan Penyaluran KIP di 2017 Hanya 300 Ribuan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi Kartu Indonesia Pintar

    ilustrasi Kartu Indonesia Pintar

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memperkirakan penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) pada 2017 tidak banyak.

    "Tahun ini yang tamat sekolah sekitar 300.000-an. Jadi yang disalurkan tidak banyak, hanya sekitar segitu. Kartu itu untuk peserta didik baru," ujar Muhadjir Effendy di Jakarta, Jumat, 6 Januari 2017.

    Dia menjelaskan meski penerima KIP pada 2017 berjumlah 16,4 juta, kartu yang disalurkan hanya sekitar 300.000-an. Kartu tersebut diperuntukkan bagi peserta didik baru, tambahan peserta normal, serta penerima kartu perlindungan sosial.

    "Jadi banyak anak dari keluarga yang menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), yang tidak mendapatkan KIP. Solusinya kita beri kartu perlindungan sosial sebagai jaminan mendapatkan KIP. Nanti anak-anak seperti itu yang akan mendapatkan kartu baru," jelas dia.

    Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu menjelaskan bahwa nanti penyaluran kartu tersebut melalui sekolah. Tidak lagi melalui kantor kelurahan, karena rentang kendali yang panjang.

    "Untuk sementara, semuanya masih menggunakan kartu yang lama. Belum ada perintah untuk penggantian kartu," papar dia.

    KIP bertujuan untuk menjamin anak usia sekolah (6-21 tahun) dari keluarga pemegang KKS untuk mendapatkan manfaat Program Indonesia Pintar (PIP), jika terdaftar di sekolah, madrasah, pondok pesantren, kelompok belajar (Kejar Paket A/B/C), atau lembaga pelatihan, maupun kursus.

    Kementerian Pendidikan dan kebudayaan menargetkan untuk menyalurkan sekitar 16,4 juta KIP pada 2017. Target itu turun jika dibandingkan tahun sebelumnya yang menyalurkan sekitar 17,9 juta kartu.

    Penyesuaian penerima PIP berdasarkan hasil evaluasi dari pelaksanaan 2016. Dalam penerima sasaran PIP 2016 sebanyak 17,9 juta anak tersebut, terdapat jumlah yang memang dialokasikan untuk berjaga-jaga jika ada anak usia sekolah yang masuk dalam pendidikan non formal. Tapi kenyataannya, daya serapnya rendah.

    "Dari 4,9 juta untuk penerima KIP non sekolah, namun yang diserap hanya sekitar 45 ribu anak," cetus dia.

    ANTARA

    Baca juga:
    Selesai Merampok di Pulomas, Ius Pane Bilang Begini
    Di Penjara, Penulis Jokowi Undercover Khawatir
    Gaji Asisten Bupati Rp 15 Juta Sebulan, Ganjar: Kecil Sekali


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.