Risma Berharap Frontage Barat Jl. A Yani Berdampak Ekonomi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau Taman Gantung usai diresmikan di gedung Siola Jalan Tunjungan Surabaya, 26 Juli 2016. TEMPO/MOHAMMAD SYARRAFAH

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau Taman Gantung usai diresmikan di gedung Siola Jalan Tunjungan Surabaya, 26 Juli 2016. TEMPO/MOHAMMAD SYARRAFAH

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berharap Frontage Road (FR) sisi barat Jalan Ahmad Yani yang selesai dibangun akhir 2016 bisa meningkatkan kelancaran arus lalu lintas sekaligus berdampak ekonomi bagi warga.

    "Jalan ini juga bisa membantu perekonomian warga, terutama warga di sekitar sini," kata Tri Rismaharini usai meresmikan Frontage Road sisi barat Jalan Ahmad Yani, Kamis 5 Januari 2017.

    Menurut dia, pembangunan FR sisi barat masih akan terus berlanjut pada 2017 ini. Beberapa titik yang akan diselesaikan di antaranya sejumlah persil di bundaran Dolog. Jalur FR sisi Barat dari depan Dolog yang akan masuk ke jalan di depan Polda Jatim, akan menjadi lebih mudah dibanding sekarang. "Untuk Bundaran Dolog, ada dua (persil) yang konsinyasi. Lainnya sudah kelar semua, tinggal bongkar," tutur  Risma.

    Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya tersebut melanjutkan, rencana pelebaran jalur yang melintasi rel kereta api (sebelah utara Royal Plaza) sudah mendapat lampu hijau dari Dirjen Perkeretapian. "Tahun ini akan kami lelang," ucapnya. Risma berharap kecelakaan lalu lintas yang beberapa kali terjadi di FR sisi barat, tidak akan terjadi lagi.

    Baca juga:
    Ahmad Dhani Dicecar 12 Pertanyaan Soal Pidato Sri Bintang

    PGN Bangun Pipa Gas Gresik-Lamongan-Tuban 141 KM

    Adapun Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat mengatakan rencana pelebaran jalur FR sisi barat yang melintasi rel kereta api, sudah mendapatkan izin dari Dirjen Perkeretapian. "Awal tahun ini lelang tahap awal untuk pintu perlintasannya maupun pemindahan pos (penjaga kereta api) karena harus menyesuaikan existing lebar jalan 17 meter," tuturnya.

    Irvan menambahkan, pembangunan FR sejatinya untuk lajur pengendara dengan kecepatan lebih rendah dari jalur utama. Selama ini pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan keselamatan di jalan FR sisi barat. Di antaranya secara bertahap memasang rambu-rambu batas kecepatan, markah, dan barrier untuk mereduksi kecepatan pengguna jalan. "Kami terus menambah marka dan rambu-rambu. Termasuk mata kucing yang bersinar di malam hari sehingga meningkatkan keselamatan pengguna jalan," kata dia.

    Baca juga:
    Kenali Berita Hoax dengan Cara Berikut Ini

    RESHUFFLE JILID III: Demokrat Tak Berminat Masuk Kabinet

    Frontage Road sisi barat merupakan jalan Pemkot Surabaya yang dibangun untuk menambah kapasitas, meningkatkan kenyamanan dan kelancaran di Jalan A Yani Surabaya. Fungsi FR yang masuk jalan kelas III ini dimaksudkan sebagai kolektor sekunder sehingga kecepatan rencana yang diizinkan yaitu maksimal 60 km per jam.

    Frontage Road sisi barat yang pembangunannya dilaksanakan mulai 2012-2016, memiliki panjang total 4,3 kilometer. Pengerjaan FR sisi barat ini menghabiskan anggaran total sebesar Rp 125 miliar. Jalan Frontage memiliki lebar rata-rata 17,5 meter dengan empat lajur (satu arah) dan lebar pedestrian 4,5 meter.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Keunggulan Bahan Bakar Campuran Biodiesel B30 Saat Uji Coba

    Biodiesel B30 akan diluncurkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Desember 2019. Ini hasil B30 yang berbahan solar campur minyak kelapa sawit.