Menkominfo: Tiga Sektor Ini Rentan Kejahatan Siber  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Menteri Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Malang - Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara mengemukakan ada tiga sektor yang rentan terhadap kejahatan siber non-defence, yakni sektor keuangan (perbankan), kelistrikan, dan transportasi, khususnya transportasi udara.

    "Ketiga sektor ini nanti juga menjadi prioritas Badan Cyber Nasional agar terhindar dari ancaman kejahatan siber. Selain ketiga sektor tersebut, sektor energi dan sumber daya alam juga menjadi perhatian," kata Rudiantara.

    Menkominfo mengemukakan itu, saat ditemui seusai diskusi bersama para pejabat dan dosen di lingkungan Universitas Brawijaya dan Kepala Daerah Provinsi Jaawa Timur di Gedung Widyaloka kampus Universitas Brawijaya Malang, Kamis, 5 Januari 2017.

    Di antara yang hadir dalam diskusi itu adalah para dekan Universitas Brawijaya, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Wali Kota Malang Moch Anton, dan Bupati Malang Rendra Kresna. Mereka menyampaikan unek-unek dan saran kepada Menteri Kominfo.

    Baca juga: Duit Rp 3 M Itu Disita KPK dari Kamar Anak Bupati Klaten

    Lebih lanjut, Rudiantara mengatakan tiga sektor itu menjadi penting karena berdasarkan informasi yang ia terima dari beberapa negara, sektor-sektor tersebut adalah sektor kritis yang memerlukan perhatian khusus. "Oleh karena itu, kami minta ketiga sektor tersebut menyiapkan standarisasi sebagai antisipasi," ujarnya.

    Menurut dia, secara umum Badan Cyber Nasional berada di bawah kewenangan Kantor Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan. Sedangkan Kementerian Kominfo akan fokus pada pembuatan standar keamanan di bidang-bidang yang diperlukan.

    "Kalau standarisasinya ada dan semua yang berkaitan dengan Badan Cyber Nasional ini sudah disosialisasikan sejak tahun lalu," paparnya.

    Simak pula: Pancasila Direndahkan, Komandan Sekolah Australia Diskors

    Sementara itu dalam paparannya pada sesi diskusi, Menteri Rudiantara mengatakan keberadaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara makro, Indonesia berada di urutan keempat di ASEAN, setelah Singapura, Malaysia, dan Thailand.

    Namun, lanjutnya, pada 2015 atau setelah 4G masuk dan berkembang, posisi Indonesia bisa menjadi nomor 2. "Nah, yang menjadi tantangannya sekarang ini adalah pemerataan TIK. Untuk aplikasi masih terjadi gap yang cukup menganga antara Pulau Jawa dan di luar Jawa,' ujarnya.

    Sekarang, kata Rudiantara, pemerintah sedang menggarap proyek Palapa Ring dan hasilnya cukup signifikan, dari 114 kota/kabupaten, khususnya di kawasan timur, yang masih terhambat teknologi informasinya, sekarang tinggal 57 kota/kabupaten dan akhir 2018 diharapkan sudah tuntas seluruhnya terkait kesenjangan teknologi informasi ini.

    "Kita berharap proyek Palapa Ring yang menggunakan anggaran sekitar Rp 20 triliun itu pada 2018 atau 2019 sudah selesai dan semua sudah terjangkau broadband," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.