Hasil Survei, Warga Bandung Pesimistis Emil Bisa Atasi Macet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bandung Ridwan Kamil menunggu penumpang dibalik kemudi angkutan kota Dago-Kebon Kalapa dalam acara

    Walikota Bandung Ridwan Kamil menunggu penumpang dibalik kemudi angkutan kota Dago-Kebon Kalapa dalam acara "Angkot Day" di Terminal Dago, Bandung, Jawa Barat, (20/9). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Pusat Penelitian Kebijakan Publik dan Pengabdian Masyarakat  Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Kebangsaan (Unik) melakukan survei kepuasan publik terhadap kepemimpinan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil selama empat tahun menjabat.

    Ketua LPPM Unik Tonny Judiantono mengatakan survei dilakukan pada 1-10 Desember 2016 dengan responden sebanyak 400. Survei menggunakan metode sampling multistage random sampling. Wawancara terhadap responden dilakukan tatap muka menggunakan kuesioner.

    Dalam survei tersebut, ‎terlihat masyarakat masih berharap Ridwan Kamil melakukan sejumlah perbaikan di berbagai sektor. Sejumlah warga optimistis pria yang akrab disapa Emil itu bisa mengatasi masalah banjir. Namun, untuk kemacetan, warga masih menunjukkan sikap pesimistis yang tinggi.

    Masalah yang penting, menurut responden, ialah banjir di jalan raya saat hujan dengan persentase 28,6 persen dan kemacetan 25,5 persen. "Saat dilakukan survei publik, warga menilai masalah paling penting adalah banjir dan macet," ujar Tonny saat ditemui di kampus Unik, Jalan Halimun, Kota Bandung, Kamis, 5 Januari 2017.

    Baca juga:
    Penghuni Bangunan Liar Kecewa Pilih Ridwan Kamil

    Meski menganggap tidak mampu mengatasi kemacetan, masyarakat cukup optimistis Ridwan Kamil hingga akhir masa jabatannya mampu menuntaskan masalah banjir, memperbaiki pelayanan publik, mengurangi kriminalitas, dan menyelesaikan masalah-masalah pendidikan.

    "Sebanyak 57,9 persen publik menilai Emil akan mampu menyelesaikan banjir. Sebanyak 67,8 persen responden optimistis Emil mampu menyelesaikan masalah pelayanan publik. Sedangkan kemampuan menyelesaikan macet dinilai hanya 48,2 persen," tuturnya.

    Tonny mengatakan Ridwan Kamil harus secepat mungkin menambah dan memperbaiki infrastruktur untuk mengatasi masalah kemacetan. "Infrastruktur transportasi di Kota Bandung belum siap. Yang menjadi persoalan utama adalah jalan di Bandung yang pendek-pendek. Harus ada sistem yang berpihak pada angkutan publik," ucapnya.

    Ditemui secara terpisah, Ridwan Kamil menerima hasil survei tersebut sebagai masukan untuknya. ‎"Survei itu saya terima sebagai evaluasi," ujarnya.

    Namun Ridwan Kamil balik mengkritik hasil survei LPPM Unik. Menurut dia, survei seharusnya dilakukan saat semua pembangunan infrastruktur jalan di Kota Bandung sudah beres. "Tapi survei itu dilakukan akhir tahun, saat Bandung lagi macet-macetnya karena 20 ruas jalan dibongkar‎. Pada saat survei, mood warga terkait dengan kemacetan lagi parah-parahnya," tuturnya.

    Ridwan Kamil mengakui kemacetan masih menjadi masalah utama di Kota Bandung, salah satunya yang sering terjadi di Jalan Pasteur. Sebagai solusi, Pemerintah Kota Bandung berencana menambah sejumlah fly over dan under pass.

    PUTRA PRIMA PERDANA‎

    Simak:
    Dilaporkan Karena Fitsa Hats, Ahok: Ide Bagus Bisnis Fitsa Itali



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.