Kementerian Pertahanan Siapkan 50 Ahli IT untuk Awak Badan Cyber Nasional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Sub Direktorat IV Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus menunjukkan 4 passport negara asing penipu via online di Mapolda Metro Jaya, Sabtu, 26 Maret 2016. Tempo/Destrianita K

    Tim Sub Direktorat IV Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus menunjukkan 4 passport negara asing penipu via online di Mapolda Metro Jaya, Sabtu, 26 Maret 2016. Tempo/Destrianita K

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertahanan mempersiapkan puluhan ahli Internet dan teknologi informasi atau information technology (IT) untuk membantu Badan Cyber Nasional (BCN). Mereka dididik di berbagai institusi di dalam dan luar negeri. "Kami sudah sekolahkan 50 orang untuk pendidikan S-2. Mereka para ahli IT yang hebat," kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, 5 Januari 2017.

    Bila sudah aktif, para ahli IT itu akan jadi penyumbang informasi untuk BCN, payung lembaga cyber. Ryamizard tidak menampik bahwa pemberdayaan pakar Internet juga membantu pemerintah menangkal penyebaran kabar bohong atau hoax. "Memang termasuk (untuk menangani hoax)."

    Para ahli IT akan mendukung lembaga cyber yang sudah aktif di Kementerian Pertahanan. Menurut Ryamizard, ada Cyber Defense yang menangani pertahanan negara dari ancaman cyber dari luar. “Dulu kita tahu (ada ancaman) saja, tapi tak bisa serang, sekarang kita bisa," ucap mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu.

    Ryamizard memastikan fungsi BCN tak akan tumpang-tindih dengan institusi cyber yang sudah ada. Saat ini, Kementerian Pertahanan memiliki Cyber Defence, Badan Intelijen Negara mempunyai Cyber Intelligence, dan Kepolisian RI memiliki Cyber Security. Lembaga-lembaga cyber itu akan tetap berfungsi seperti biasanya.

    BCN justru bertindak sebagai koordinator. "Pasti kerja sama. BCN mengkoordinasi, ya seperti Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan," ujarnya.

    Rencana mengaktifkan BCN kembali dikemukakan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. Dia menyebutkan badan itu akan menjadi payung kegiatan cyber secara nasional. “Badan Cyber yang memayungi dan mengkoordinasikan itu semua," tutur Wiranto di kantornya, Selasa, 3 Januari 2017.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga