Kans Gerindra Masuk Kabinet, Begini Hubungan Jokowi-Prabowo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, 17 November 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, 17 November 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Gerindra menyatakan mendapat tawaran bergabung dengan koalisi partai pendukung pemerintah Presiden Joko Widodo. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan tawaran itu tiba seiring dengan kabar rencana Presiden merombak kabinet atau reshuffle jilid III.  

    Gerindra, kata Arief, akan mendapat bagian empat kursi: Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan; Menteri Ketenagakerjaan; Menteri Pertanian; dan Kepala Staf Kepresidenan. “Orang dekat Jokowi menyampaikan langsung tawaran itu,” ucap Arief kepada Tempo, Rabu, 4 Januari 2017.

    Baca juga: Gerindra Klaim Dapat Jatah 4 Menteri

    Selama ini, Gerindra merupakan partai di luar koalisi pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla. Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto bersaing dengan Jokowi dalam pemilihan presiden 2014. Rivalitas Jokowi dan Prabowo berlangsung panas hingga masa awal Jokowi memerintah. Belakangan, Jokowi dan Prabowo justru kerap saling mengunjungi. Berikut ini momentum "kemesraan" Jokowi-Prabowo.

    1. 17 Oktober 2014
    Pertemuan di rumah keluarga Prabowo di Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pertemuan selama 15 menit ini untuk mencairkan situasi politik dan mempengaruhi proses penentuan alat kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat yang memanas di Senayan.

    2. 29 Januari 2015
    Pertemuan berlangsung di Istana Bogor saat Jokowi harus menyelesaikan konflik antara Komisi Pemberantasan Korupsi dan kepolisian. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan saat itu gencar memaksa Jokowi melantik Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai Kapolri meski berstatus tersangka.

    3. 31 Oktober 2016
    Pertemuan ketiga terjadi di kediaman Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pertemuan selama dua jam yang juga berisi acara menunggang kuda bersama ini berlangsung saat tensi politik meningkat dalam kaitan kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama dan dugaan makar.

    4. 17 November 2016
    Pertemuan berlangsung di Istana Negara. Makan siang bersama kedua tokoh tersebut dilakukan menjelang demo Bela Islam Jilid II atau aksi 212. Sebelumnya, pemerintah melontarkan adanya dugaan rencana kudeta atau makar yang akan menunggangi demo itu.

    5. 9 Desember 2016
    Prabowo mengundang Jokowi dalam kejuaraan Pencak Silat for The World: The 17th World Championship and Festival, di Denpasar, Bali. Prabowo sebagai Presiden Persekutuan Pencak Silat Antar-Bangsa memberikan penghargaan “Pendekar Utama Pencak Silat” kepada Jokowi.

    EVAN PDAT | FRANSISCO ROSARIANS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.