Kasus Suap Pejabat Pajak, KPK Periksa Dirjen Pajak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Plt. Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi dalam acara Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2015 di kantor Dirjen Pajak, Jakarta, 3 Desember 2015. TEMPO/Rezki Alvionitasari

    Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Plt. Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi dalam acara Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2015 di kantor Dirjen Pajak, Jakarta, 3 Desember 2015. TEMPO/Rezki Alvionitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan kepada Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi pada hari ini, 5 Januari 2017. Pemeriksaan itu terkait dengan suap permasalahan pajak PT Eka Prima Ekspor Indonesia.

    "Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RRN (Rajesh Rajamohan Nair)," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Kamis, 5 Januari. Rajesh merupakan Direktur PT Eka Prima yang menjadi tersangka dalam perkara ini.

    Selain Ken, hari ini, KPK memeriksa Ramapanicker Rajamohan Nair. Berbeda dengan Ken, Ramapanicker diperiksa sebagai saksi untuk Handang Soekarno, Kepala Subdirektorat Bukti Permulaan Penegakan Hukum Direktorat Jenderal Pajak yang juga menjadi tersangka dalam kasus ini.

    Handang diduga menerima suap dari Rajesh untuk mengurus surat tagihan pajak PT Eka Prima sebesar Rp 78 miliar. Saat operasi tangkap tangan pada 21 November 2016, penyidik KPK menemukan uang Rp 1,9 miliar.

    Wakil Ketua Basaria Panjaitan menduga uang Rp 1,9 miliar itu baru penerimaan pertama. KPK menduga ada commitment fee Rp 6 miliar yang dijanjikan Rajesh kepada Handang.

    MAYA AYU PUSPITASARI

    Baca juga:
    Benci tapi Rindu Hubungan Indonesia-Australia
    Sudah 40 Saksi Diperiksa di Kasus Suap Bupati Klaten


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.