Daftar Nama dan Cerita Ajudan Soal Tamu Bupati Klaten  

Reporter

Dua petugas KPK menunjukkan barang bukti uang sebanyak Rp 2 Miliar dalam keterangan pers terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Klaten di Kantor KPK, Jakarta, 31 Desember 2016. KPK telah menetapkan status tersangka kepada Bupati Klaten SHT. ANTARA/Widodo S. Jusuf

TEMPO.CO, KLATEN - Penangkapan Bupati Klaten Sri Hartini terkait kasus suap dan dugaan jual beli jabatan memunculkan peran sejumlah orang dalam kasus itu. Komisi Pemberantasan Korupsi sedang mendalami peran sejumlah pihak dalam praktek yang diduga berlangsung lama. 

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pendalam diantaranya menyangkut ke penerimaan lain, atau adanya tindak pidana pencucian uang. " Termasuk siapa yang membantu dalam praktek ini," kata Febri dalam keterangannya, Senin 2 Januari 2017 lalu.

KPK tak hanya mengantongi daftar tarif dan setoran dana, tapi juga daftar sejumlah pejabat yang diduga menyetor dana. Daftar pejabat adalah daftar tamu yang sehari-hari menjadi urusan Nina Puspitarini, ajudan Bupati Klaten Sri Hartini.

Berita terkait:
Dicokok KPK, Ini 3 Pekerjaan Bupati Klaten yang Terbengkalai
Ajaib! Nyaris 20 Tahun Dua Pasang Suami-Istri Kuasai Klaten 

Nina ibarat pintu gerbang masuk para pejabat yang datang untuk bertemu Sri Hartini.  Termasuk para Pegawai Negeri Sipil dan Pejabat eselon yang diduga berniat 'membeli' jabatan.  Nina termasuk delapan orang yang dibawa KPK saat operasi tangkap tangan di Klaten pada Jumat pekan lalu. Dua orang diantaranya, Bupati Klaten Sri Hartini dan Kepala Seksi SMP Dinas Pendidikan Suramlan. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka penerima dan pemberi suap.

Sedangkan enam orang lainnya, termasuk Nina, dipulangkan sejak Sabtu pekan lalu. "Saya tiba di Klaten pada Sabtu lalu," kata Nina. Bersama lima pejabat, satu staf Badan Kepegawaian Klaten, dan satu pengawal pribadi Sri Hartini, Nina diperiksa penyidik KPK di Mapolres Klaten sejak Selasa pukul 12.00.

Nina mengakui berurusan dengan seluruh tamu Bupati. Namun ia menepis terlibat dari urusan mengumpulkan uang setoran dari para PNS. Tugasnya, kata Nina, hanya semata mengatur lalu lintas tamu. "O, salah itu. Nggak benar," kata Nina saat ditemui Selasa malam, 3 Januari 2017. " Saya urusannya tamu, kalau ada tamu ke saya dulu

Menurut Nina, setidap ada tamu yang menghadap Bupati, ia akan menanyakan dulu darimana dan apa keperluannya. Kemudian ia meneruskan kepada Bupati, ada tamu dan keperluannya. Itu pula yang menurut Nina, ia jelaskan kepada penyidik KPK yang memeriksanya selama sembilan jam lebih.

SIMAK TERKAIT:
Cerita Ajudan Bupati Klaten Soal Jual-Beli Jabatan, Itu...
Duit Rp 3 M Itu Disita KPK dari Kamar Anak Bupati Klaten

Beberapa nama tamu, menurut Nina, memang masuk dalam daftar.  Namun apakah temuan daftar nama pejabat atau PNS yang diduga membeli jabatan, Nina mengelak. "Itu cuma draf, drafnya Ibu (Bupati Klaten), bukan data saya," kata Nina.

Apakah draf itu berisi nama sejumlah tamu yang meminta jabatan? Nina menjawab, "O... iya sih itu aja. Sedikit kok, empat (orang) atau berapa gitu." kata Nina.  Ketika didesak apakah empat orang itu pejabat dari Dinas Pendidikan Klaten? Nina bergegas menyalakan mesin motornya yang diparkir di halaman belakang Mapolres Klaten sambil menyebut. "Bukan, dari macem-macem (dinas) kok,"

Senin lalu, tim KPK menggeledah ruang kerja Bupati Klaten, ruang kerja Ajudan Bupati, ruang Sekretaris Daerah, ruang kerja Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan ruang kerja Kepala Bidang Mutasi BKD di Komplek Sekretariat Daerah Klaten.

Dalam penggeledahan yang berlangsung sejak pukul 10.00 sampai 17.20 itu, tim KPK menyita sejumlah barang bukti berupa tumpukan dokumen-dokumen. Dari pantauan Tempo, tim KPK juga mendatangkan tukang kunci untuk membuka tiga meja kerja di ruang Ajudan Bupati. "Tidak ada temuan uang tunai. Hanya dokumen-dokumen," kata Kepala Bagian Umum Setda Klaten Amin Mustofa.

DINDA LEO LISTY






7 Rekomendasi Wisata Air di Klaten, dari Umbul Ponggok hingga Umbul Kemanten

5 Agustus 2022

7 Rekomendasi Wisata Air di Klaten, dari Umbul Ponggok hingga Umbul Kemanten

Berikut tujuh rekomendasi wisata air alami atau umbul di Klaten yang wajib Anda dikunjungi.


Kabupaten Klaten Capai UHC di Hari Jadi

29 Juli 2022

Kabupaten Klaten Capai UHC di Hari Jadi

Penghargaan UHC diserahkan BPJS Kesehatan untuk wilayah yang lebih dari 95 persen penduduknya menjadi peserta JKN.


Peringati HUT ke-218 Kabupaten Klaten, Ribuan Warga Meriahkan Gelar Kirab Budaya

29 Juli 2022

Peringati HUT ke-218 Kabupaten Klaten, Ribuan Warga Meriahkan Gelar Kirab Budaya

Ribuan warga memenuhi pedestrian sepanjang Jalan Delanggu-Polanharjo, Klaten, untuk memeriahkan gelaran kirab budaya HUT ke-218 Kabupaten Klaten.


Diperiksa KPK, Pejabat Kabupaten Klaten Ini Mondar-mandir Toilet

7 Februari 2018

Diperiksa KPK, Pejabat Kabupaten Klaten Ini Mondar-mandir Toilet

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Sudirno mondar-mandir ke toilet saat diperiksa KPK sebagai tersangka terkait jual-beli jabatan di Klaten.


Libur Natal, Pengunjung Umbul Ponggok 4 Ribu Wisatawan

26 Desember 2017

Libur Natal, Pengunjung Umbul Ponggok 4 Ribu Wisatawan

Umbul Ponggok dikunjungi 4.000 wisatawan selama libur panjang Natal 2017. Umbul Ponggok merupakan wahana wisata baru di sekitar Yogyakarta dan Solo.


Andalkan Umbul Ponggok, BUMDes di Klaten Ini Raup 14 M Setahun

26 Desember 2017

Andalkan Umbul Ponggok, BUMDes di Klaten Ini Raup 14 M Setahun

BUMDes di Klaten bisa meraup pemasukan Rp 14 miliar setahun dengan mengandalkan tempat wisata diving air tawar Umbul Ponggok.


Berfoto Ria di Dasar Umbul Ponggok Klaten

8 November 2017

Berfoto Ria di Dasar Umbul Ponggok Klaten

Umbul Ponggok kini menjadi salah satu destinasi wisata terpopuler di Klaten juga Jawa Tengah.


Petilasan Watu Sigong Klaten yang Masih Misterius

29 Oktober 2017

Petilasan Watu Sigong Klaten yang Masih Misterius

Petilasan Watu Sigong di Dukuh Kroman, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, belum terungkap kisah dibaliknya.


Embung Mranggen, Beranda Surga Kecil di Jatinom

24 Oktober 2017

Embung Mranggen, Beranda Surga Kecil di Jatinom

Embung mrangen seluas sekitar 1.200 meter persegi itu mirip kolam renang yang menyembul di tengah rerimbunan pohon.


2 Alasan Mobil SMK 2 Klaten Lebih Kuat Dibanding Mahesa Nusantara

6 Oktober 2017

2 Alasan Mobil SMK 2 Klaten Lebih Kuat Dibanding Mahesa Nusantara

Suharto mengatakan mobil desa yang akan dirakit SMK N 2 Klaten lebih kuat jika dibandingkan dengan Mahesa Nusantara