Puncak Dua Hadir di Kawasan Sabuk Hijau Selatan Subang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jalan Raya Pos Daendels, di kawasan Puncak, Cisarua. Tempo/Tony Hartawan

    Jalan Raya Pos Daendels, di kawasan Puncak, Cisarua. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Subang - Pemkab Subang, Jawa Barat, akan menjadikan kawasan sabuk hijau selatan menjadi kawasan destinasi wisata Puncak Dua. "Tetapi, kami tetap akan mempertahankan soal lingkungan hidupnya," kata Plt.Bupati Subang, Imas Aryumningsih, saat ditemui Tempo, Kamis pagi, 5 Januari 2017.

    Sebab, Imas mengungkapkan, wilayah sabuk hijau di selatan Subang tersebut menjadi wilayah resapan air buat warga Subang yang ada di wilayah tengah dan utara. "Kalau resapan airnya rusak, maka, Subang tengah dan utara akan mengalami krisis air," ujarnya.

    Sebab itu, konsep destinasi wisata alam di selatan Subang, dirancang bangun untuk tidak menghadirkan pembangunan vila-vila merah dan pusat-pusat perdagangan atau perbelanjaan seperti yang terjadi di Puncak, supaya terjadi keseimbangan alam.

    "Cukup dengan mengelola eksotisme dan ekosistem alamnya dan cakupan pemukiman rumah adat penduduk dan kalau ada pembangunan penginapan pun tentu dengan konsep rumah adat," kata Imas.

    Konsep wisatan yang pas diterapkan di Subang selatan yakni wisata alam dan etnik. Sebab, di selatan itu gudangnya keindahan. Kecuali Ciater dan Tangkuban Parahu yang sudah jadi ikon Subang dan sudah mendunia, diantaranya ada tujuh sungai bemuara di satu hulu di sebut Cibulu, lalu ada tujuh air terjun alam di tujuh kawasan hutan, perkebunan teh yang menghijau, rupa-rupa mainan dan adat kampung serta makanan tradisional khas Subang.

    Baca juga:

    Gelombang Tinggi, Pelayaran di Kupang Ditutup Sementara

    Kawasan destinasi sabuk hijau Subang selatan dengan kondisi alamnya dan pegunungannya yang indah dan berhawa sejuk itu meliputi wilayah Kecamatan Cijambe, Jalan Cagak, Sagala Terang, Serang Panjang, Kasomalang, Cisalak dan Tanjung Siang.

    Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Subang, Ahmad Sobari, mengatakan, potensi destinasi wisata yang akan segera dikembangkan ada 83 lokasi, mayoritas berada di wilayah selatan.

    Destinasi yang kini sedang digarap yakni desa wisata yang meliputi Desa Cibeusi, Cisaat, Desa Bunihayu, Cibuluh, Cirangkong dan Sarireja. "Terus kami benahi," ujar Ahmad.
    Lalu, keberadaan sejumlah air terjun yang sangat potensial dikembangkan yakni curug Cijalu, Cileat, Cigayonggong, Cibareubeuy dan sungai Cibuluh. "Turis asing, trendnya sekarang kan mengejar destinasi wisata alam dan etnik. Maka, kami genjot potensi yang ada itu," tutur Ahmad.

    Kehadiran pelancong mancanegara ke Subang, setiap tahunnya terus menunjukan tren yang positif. "Yang berkunjung ke Ciater dan Tangkuban Parahu, misalnya, setiap tahunnya, sudah mencapai ratusan ribu bahkan menembus angka satu jutaan orang," ujar Ahmad.

    Dia makin optimistis kunjungan pelancong asing akan terus meningkat, apalagi setelah adanya dukungan infrastruktur jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Ke depan, penunjang lainnya yakni kehadiran mega proyek Pelabuhan Internasional Patimban dan Bandara Kertajati, Majalengka, akan mampu mendongkrak berlipat-lipat kunjungan wisatawan ke daerahnya. "Kami makin optimistis menatap kemajuan pariwisata Subang ke depan," kata Ahmad.

    NANANG SUTISNA

    Simak:
    Soal Militer Australia Hina Pancasila,Ini Kata Guru Besar UI
    Pemkot Palembang Anggarkan Perbaikan 30 Gedung SD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.