Banjir Landa Kabupaten Aceh Utara, Ratusan Rumah Terendam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga mengendong anaknya untuk melintasi banjir di Desa Buket Liteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Aceh, 8 Februari 2016. Akibatnya banjir ini sekitar empat ribu warga Aceh Timur yang rumahnya terendam terpaksa mengungsi ke beberapa titik seperti perbukitan, masjid dan rumah kerabat yang luput dari genangan. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

    Seorang warga mengendong anaknya untuk melintasi banjir di Desa Buket Liteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Aceh, 8 Februari 2016. Akibatnya banjir ini sekitar empat ribu warga Aceh Timur yang rumahnya terendam terpaksa mengungsi ke beberapa titik seperti perbukitan, masjid dan rumah kerabat yang luput dari genangan. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

    TEMPO.CO, Lhokseumawe - Ratusan rumah warga di sejumlah desa jalan lintas Kecamatan Lhoksukon-Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 60 hingga 150 sentimeter, Rabu, 4 Januari 2017.

    Luapan air dari daerah aliran Sungai Krueng Peuto yang diperparah dengan jebolnya tanggul di kawasan Desa Krueng, Kilometer V, Kecamatan Lhoksukon, yang ikut merendam tanaman padi petani. Bahkan luapan air hingga menggenangi beberapa titik ruas jalan di kawasan tersebut.

    Kepada wartawan, Nasruddin, kepala dusun di Desa Dayah LT, Kecamatan Lhoksukon, mengatakan air sudah memasuki permukiman penduduk daerah itu sekitar pukul 23.00, Selasa malam.

    "Saat itu, ketinggian air hampir mencapai pinggang orang dewasa. Kami tidak tidur tadi malam dan terus bersiaga. Sekarang, daerah kami sudah mulai surut," kata Nasruddin.

    Namun, lanjut Nasruddin, di kawasan Desa Geudubang dan Desa Nga LT, Kecamatan Lhoksukon, justru ketinggian air bertambah.

    Terkait dengan banjir yang terjadi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh Munawar meminta masyarakat, terutama di daerah rawan bencana banjir, selalu bersiaga.

    "Kami meminta warga tetap dalam keadaan siaga, terutama bagi masyarakat yang tinggal berdekatan dengan bantaran sungai," katanya di Lhokseumawe, Rabu, 4 Januari.

    Menurut Munawar, saat ini, kawasan dataran tinggi atau di Kabupaten Bener Meriah sedang diguyur hujan. Sehingga banjir kiriman melalui sejumlah sungai atau anak sungai akan terus mengalir ke Aceh Utara.

    ANTARA

    Baca juga:
    Gandeng Dewan Pers, Kementrian Komunikasi Razia Portal Hoax


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.