KPK Periksa Belasan Anak Buah Bupati Klaten  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rombongan mobil KPK saat meninggalkan rumah dinas Bupati Klaten, Sri Hartini usai penggeledahan pada Jumat siang, 30 Desember 2016. Pemeriksaan ini terkait operasi tangkap tangan bupati tersebut. TEMPO/Dinda Leo Listy

    Rombongan mobil KPK saat meninggalkan rumah dinas Bupati Klaten, Sri Hartini usai penggeledahan pada Jumat siang, 30 Desember 2016. Pemeriksaan ini terkait operasi tangkap tangan bupati tersebut. TEMPO/Dinda Leo Listy

    TEMPO.CO, KLATEN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa kembali belasan pejabat Pemerintah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada Rabu 4 Januari 2017. Mereka diperiksa sebagai saksi terkait operasi  tangkap tangan terhadap Bupati Klaten Sri Hartini terkait kasus dugaan jual-beli jabatan.

    Pemeriksaan dilakukan di ruang Aula Mapolres Klaten di Aula Satya Haprabu, Markas Kepolsiian Resor Klaten, Rabu 4 Januari 2017. Berlangsung tertutup sejak pukul 12.00 WIB hingga saat ini.  Bahkan tim penyidik KPK saat pemeriksaan juga melarang petugas Polres yang mendekat di ruangan, termasuk wartawan yang ingin mengambil gambar.

    SIMAK:  Geledah Rumah Dinas Bupati Klaten, KPK Sita Duit Miliaran  

    Kepala Bagian Badan Kepegawaian Daerah Pemkab Klaten Sartiyasto, yang sudah dimintai keterangan sebagai saksi pada Selasa 3 Januari 2016 lalu saat dikonfirmasi, membenarkan pada hari kedua pemeriksaan oleh KPK, ada sebanyak 15 orang pegawai yang dipanggil. Sartiyasto mengatakan dirinya saat diperiksa oleh penyidik KPK, diminta menjelaskan apa yang diketahui soal mutasi PNS di Klaten. "Saya sudah mengungkapkan semua yang saya ketahui kepada tim penyidik KPK," ucapnya.

    Ia mengatakan jumlah pegawai yang dipanggil untuk dimintai keterangan Rabu ini, ada 15 orang, sedangkan hari sebelumnya ada enam pegawai termasuk dirinya.

    Guntur, salah satu saksi dari Bagian Kepegawaian Dinas Pendidikan Klaten saat ditemui Tempo menuturkan, ia diperiksa soal keseharian Suramlan, Kepala Seksi Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Klaten yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap kepada Sri Hartini oleh KPK pada Sabtu pekan lalu.

    Selain tentang Suramlan, Guntur juga ditanya seputar keseharian Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Klaten Bambang Teguh. "Pertanyaannya hampir sama, bagaimana kesehariannya, apakah dia sering 'membawa' orang," kata Guntur.

    SIMAK: Jadi Tersangka, Penyuap Bupati Klaten Diberhentikan Sementara  

    Bambang Teguh termasuk satu dari delapan orang yang dibawa KPK ke Jakarta setelah operasi tangkap tangan di Klaten pada Jumat pekan lalu. Selasa lalu, Bambang juga diperiksa KPK di ruang aula Mapolres Klaten sejak pukul 12.00 hingga sekitar pukul 20.30.

    Sama dengan Guntur, Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum Klaten Anwar Shodiq juga mengaku dimintai keterangan oleh penyidik KPK ihwal sejumlah orang yang dibawa ke Jakarta dari hasil OTT pada Jumat pekan lalu.

    "Makanya pemeriksaan saya cukup cepat karena saya tidak tahu (tentang mereka)," kata Anwar.

    DINDA LEO LISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.