Rabu, 21 Februari 2018

Penghinaan Militer Australia, DPR: Kita Tersinggung Berat

Oleh :

Tempo.co

Rabu, 4 Januari 2017 18:57 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penghinaan Militer Australia, DPR: Kita Tersinggung Berat

    Pasukan Kopassus TNI AD mengikuti geladi upacara Peringatan HUT ke-70 TNI di Dermaga Indah Kiat, Merak, Cilegon, Banten, 3 Oktober 2015. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat mendukung keputusan TNI menghentikan sementara kerja sama militer dengan Angkatan Bersenjata Australia karena materi pelatihan militer negeri tetangga itu menghina Indonesia. "Saya katakan harus saling menghormati, jika tidak ya begini, kita tersinggung berat juga kalo benar mereka menghina lambang negara kita," kata Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari.

    Abdul Kharis mengatakan DPR akan mendalami keputusan TNI menghentikan sementara kerja sama militer dengan Angkatan Bersenjata Australia, dengan melihat penyebab utama keputusan tersebut.

    BACA: Ini Materi Pelatihan Militer Australia yang Dinilai Hina Indonesia

    "Saya kira kita setuju dengan keputusan penghentian sementara, akan tetapi harus dilihat penyebabnya sehingga tidak mengganggu hubungan bilateral kedua negara," kata Abdul Kharis di Jakarta, Rabu, 4 Januari 2017.

    Dia mengaku belum tahu secara rinci dan teknis penyebab keputusan itu tapi yang pasti sebagai negara bertetangga, Indonesia-Australia harus saling menghormati.

    Menurut dia, langkah menghentikan sementara kerja sama itu sudah tepat karena bagian dari mendinginkan suasana, dan diharapkan tidak mengganggu hubungan bilateral kedua negara.

    Anggota Komisi I DPR, Bobby Rizaldi, mendukung penuh respons TNI yang menghentikan sementara kerja sama latihan militer dengan Australia karena sudah seharusnya negara itu menghargai Indonesia sebagai mitra yang sejajar, bukan melecehkan.

    Dia menduga militer Australia iri dengan kemampuan prajurit TNI, misalnya, menjuarai lomba menembak di Australia.

    "Militer Australia kali ini menunjukkan iktikad tidak baik yang cenderung provokatif. Rapat kerja masa sidang berikut, akan kami konfirmasikan secara rinci bagaimana bentuk pelecehan tersebut," katanya.

    Menurut dia, masyarakat Indonesia berhak tahu siapa sahabat Indonesia yang benar-benar menghormati bangsa Indonesia.

    Namun, Bobby masih berharap kejadian itu adalah kesalahpahaman, tapi apabila benar ada pelecehan, bukan hanya penghentian kerja sama, kalau perlu langkah-langkah diplomatik harus dilakukan.

    Sebelumnya, Markas Besar Tentara Nasional Indonesia memutuskan untuk menghentikan sementara kerja sama militer dengan Australia. Selama ini kerja sama bidang pertahanan antarkedua negara dinilai tidak menguntungkan Indonesia.

    "Iya betul menghentikan sementara, bukan memutuskan kerja sama," kata Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jenderal Wuryanto, di Jakarta, Rabu, 4 Januari.

    Baca:
    Indonesia Hentikan Kerja Sama Militer dengan Australia
    Panglima Australia Janji Selidiki Materi yang Hina Pancasila

    Wuryanto mengatakan TNI memutuskan penundaan kerja sama militer dengan Angkatan Bersenjata Australia setelah melakukan evaluasi, yaitu ada hal teknis yang dianggap tidak menguntungkan TNI.

    Dia menjelaskan ada masalah teknis yang harus diperbaiki untuk meningkatkan hubungan kerja sama dan semuanya masih dalam evaluasi. "Intinya kerja sama ini mestinya harus saling menguntungkan, saling memberikan manfaat, saling menghormati, dan saling menghargai," tuturnya.

    Dia mengatakan penghentian kerja sama sementara itu meliputi berbagai aspek, di antaranya latihan bersama, pendidikan, tukar-menukar perwira, hingga kunjungan antarpejabat.

    ANTARA


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    NAM Air Tepat Waktu, Maskapai dengan OTP Terbaik di Asia Pasifik

    Kementerian Perhubungan mengumumkan bahwa NAM Air dan empat maskapai lain memiliki OTP rata-rata di atas standar Asosiasi Maskapai Asia Pasifik.