Brebes Dikepung Banjir, Enam Kecamatan Terendam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. TEMPO/Dasril Roszandi

    Ilustrasi banjir. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Hujan deras yang mengguyur Brebes, Jawa Tengah, pada Selasa malam, 3 Januari 2016, membuat sejumlah permukiman penduduk di wilayah tersebut kebanjiran. Ratusan rumah yang tersebar di enam kecamatan di Brebes terendam banjir, Rabu, 4 Januari 2016.

    Beberapa desa yang terendam antara lain Desa Pejagan, Kecamatan Tanjung; Desa Pebatan dan Lengkong, Kecamatan Wanasari; Desa Bojongsari, Kecamatan Losari; Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari; Desa Kaliwlingi dan Pulosari, Kecamatan Brebes; Desa Ketanggungan, Kecamatan Ketanggungan; serta Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba.

    Di Kecamatan Brebes, banjir terjadi akibat limpasan Sungai Pemali. Ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Seorang warga di Kampung Kauman, Brebes Heri, 50 tahun, yang tinggal di bantaran Sungai Pemali, mengaku waswas terhadap debit air Sungai Pemali yang terus meningkat. “Sekarang saja sudah hampir meluap. Air sudah merembes ke rumah,” ujarnya.

    Baca juga:
    Penulis Jokowi Undercover, Tito: Mohon Maaf, Intelektualnya...
    Terkait Fitsa Hats, Ini Penjelasan Novel

    Menurut Heri, air mulai masuk rumah sekitar pukul 07.00. Hingga Rabu siang, air bukannya semakin surut malah semakin tinggi karena wilayah itu masih diguyur hujan. Sejumlah warga di bantaran sungai terpaksa mengungsi ke rumah saudara lantaran air merembes masuk rumah.

    Di Desa Ketanggungan, banjir melanda rumah-rumah penduduk dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter. Di Kecamatan Tanjung, sekitar 70 rumah di Desa Kemurang Wetan dan Sutamaja terendam banjir karena rembesan Sungai Babakan. Desa Bojongsari juga terendam karena luapan Sungai Cisanggarung. Desa tersebut pada akhir pekan lalu juga dilanda banjir lantaran tanggul sungai jebol.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes Eko Andalas menuturkan banjir yang melanda Brebes utara merupakan kiriman dari wilayah selatan. Ketinggian Sungai Pemali juga sudah melebihi ambang batas, yakni 290 sentimeter. "Padahal normalnya itu 150 sentimeter,” kata Eko.

    BPBD saat ini telah menerjunkan tim ke beberapa titik banjir tersebut. Ribuan karung pasir juga sudah disalurkan untuk membuat tanggul darurat agar limpasan aliran sungai tidak semakin parah.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ

    Simak pula:
    Dicokok KPK, Ini 3 Pekerjaan Bupati Klaten yang Terbengkalai
    Hoax, B.J. Habibie Dikabarkan Meninggal



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.