Ini Program Pemerataan di Bidang Pendidikan Tahun 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memimpin Rapat Koordinasi Presiden RI dengan Para Gubernur Seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, 20 Oktober 2016. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo memimpin Rapat Koordinasi Presiden RI dengan Para Gubernur Seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, 20 Oktober 2016. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Bogor – Presiden Joko Widodo menyatakan program kerja pemerintah pada 2017 dan persiapan 2018 akan fokus pada program pemerataan.

    “Meskipun kita tahu angka Gini ratio kita sedikit membaik, apa pun kalau kita lihat angkanya masih pada posisi yang tinggi. Oleh sebab itu, kita harus kerja keras, mati-matian dalam rangka menurunkan angka kesenjangan kita, baik kesenjangan antarwilayah maupun angka kesenjangan kaya dan miskin,” kata Jokowi saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu, 4 Januari 2017.

    Presiden menegaskan bahwa program pemerataan ini akan menjadi sebuah perhatian besar pemerintahannya ke depan.

    Dalam program pemerataan ini di bidang pendidikan, Presiden Jokowi memerintahkan untuk memperluas akses rakyat mendapatkan keterampilan melalui program pendidikan kejuruan, pendidikan vokasi, dan vokasional training (latihan vokasi).

    Baca juga: Ajaib! Nyaris 20 Tahun Dua Pasang Suami-Istri Kuasai Klaten

    “Kemarin saya lihat di Kementerian Tenaga Kerja yang sudah bekerja sama dengan Kadin. Saya kira kementerian yang dilibatkan semakin banyak dan dikoordinasi oleh menteri koordinator, saya kira akses rakyat untuk mendapatkan keterampilan ini benar-benar bukan jumlah ribuan, tapi dalam jumlah jutaan,” ucapnya.

    Untuk program Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat, Presiden ingin pemberiannya diperluas lagi, dan hal itu segera dimulainya.

    Simak pula: Hoax, B.J. Habibie Dikabarkan Meninggal

    “Tadi malam sudah saya telepon Menteri Pendidikan Kebudayaan agar Kartu Indonesia Pintar diberikan kepada semua anak yatim yang ada di negara kita,” kata Jokowi.

    Dalam kesempatan ini, Presiden juga mengingatkan untuk tidak melupakan pembangunan budaya (culture), pembangunan karakter, dan mental bangsa dalam mewujudkan keadilan sosial.

    ”Saya kira sering saya sampaikan dalam menghadapi tatanan dunia yang semakin berubah, di mana radikalisme, ekstremisme yang semakin banyak, nilai-nilai Pancasila tepat dalam menghadapi tantangan itu,” tuturnya.

    Baca pula: Penulis ‘Jokowi Undercover’, Tito: Mohon Maaf, Intelektualnya....

    Presiden menyampaikan, dalam rapat terbatas sebelumnya, sudah diputuskan untuk membentuk unit kerja pemantapan ideologi Pancasila di bawah Presiden.

    ”Kita ingin nilai-nilai ini (Pancasila) diwujudkan dalam pola pikir, sikap mental, dan gaya hidup dalam perilaku kita sehari-hari,” ucapnya.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?