Saksi Kompak Minta Ahok Ditahan, Ahok: Kelompok Paduan Suara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta -  Terdakwa kasus dugaan penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menilai empat saksi yang memberatkan dirinya dalam persidangan seperti kelompok paduan suara. "Mereka juga seperti koor (paduan suara) minta hakim menahan saya. Semua saksi minta yang sama," kata Ahok setelah menjalani persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa, 3 Januari 2017.

    Empat orang saksi yang hadir, di antaranya dua anggota Front Pembela Islam, Novel Chaidir Hasan dan Muchsin; advokat Gus Joy; dan koordinator Forum Anti Penista Agama, Syamsu Hilal. Ahok menyebutkan, keempat saksi kompak mengajukan permohonan penahanan terhadap dirinya.

    Padahal, lanjut Ahok, ia merasa diperlakukan tidak adil karena dasar pelaporan dirinya adalah pidato selama 13 detik dari keseluruhan pidato satu jam 40 menit. "Satu menit itu 60 detik, dipotong 13 detik untuk mengatakan saya menista agama dengan seperti itu. Saya katakan itu suatu fitnah," kata Ahok.

    Dalam persidangan, Novel memberikan surat permohonan penahanan Ahok kepada majelis hakim. Sebab, ia melihat calon gubernur DKI itu sudah beberapa kali mengulang perbuatannya dan menjadi salah satu tersangka dalam kasus penodaan agama yang lolos dari penahanan.

    Novel menuding Ahok telah berkali-kali menista agama dengan mengutip Surat Al-Maidah ayat 51 melalui buku karangan Ahok berjudul Merubah Indonesia pada halaman 40 serta di sela kunjungan Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

    Selain itu, Novel menganggap Ahok menyerang agama Islam sejak menjadi calon Wakil Gubernur DKI pada pilkada 2012. Contohnya, dia mengungkapkan Ahok pernah mengatakan, "Ayat suci no, ayat konstitusi yes," atau, "Ayat-ayat konstitusi di atas ayat-ayat suci." Adapun mengenai hubungan antara saksi lain yang hadir dalam sidang, Novel mengaku hanya mengenal sosok Gus Joy dan Muchsin. "Selebihnya tidak kenal," kata Novel.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.