Libur Tahun Baru, Akses Pelabuhan Gilimanuk Macet 1 Kilomter

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik bersepeda motor melaju menuju kapal penyeberangan setelah antre berjam-jam di pintu masuk pelabuhan pada H-3 Idul Fitri 1437H di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, 3 Juli 2016. Antrean dan kemacetan pemudik mencapai sekitar 5km.  ANTARA/Nyoman Budhiana

    Pemudik bersepeda motor melaju menuju kapal penyeberangan setelah antre berjam-jam di pintu masuk pelabuhan pada H-3 Idul Fitri 1437H di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, 3 Juli 2016. Antrean dan kemacetan pemudik mencapai sekitar 5km. ANTARA/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Negara - Kendaraan wisatawan domestik baik bus maupun mobil pribadi memadati Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, sehingga menyebabkan kemacetan sekitar satu kilometer.

    Kendaraan wisatawan yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur mulai ramai menuju Pelabuhan Gilimanuk Ahad malam, 1 Januari 2017. Puncaknya Senin dinihari, 2 Januari 2017.

    Setelah areal parkir di dalam pelabuhan penuh, termasuk parkir manuver milik Pemerintah Kaupaten Jembrana, kendaraan mulai antri di jalan raya dan terus memanjang hingga ke Pasar Gilimanuk.

    Selain jumlah kendaraan yang datang banyak, rusaknya dua loket pelabuhan untuk kendaraan roda empat, menambah tersendat kendaraan yang hendak masuk ke pelabuhan.

    Agar pembelian karcis kapal cepat terlayani, petugas PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry berusaha memperbaiki dua loket tersebut, namun hanya berhasil membuat satu loket berfungsi, sehingga kendaraan roda empat, bus maupun truk dilayani empat loket.

    "Kami berusaha memberikan pelayanan sebaik mungkin. Untuk mengangkut kendaraan, kami mengoperasikan 30 unit kapal," kata Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Gilimanuk Sugeng Purwono.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.