Soal Jokowi Undercover, Ibunda Jokowi: Tuduhan Itu Tak Benar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden terpilih Jokowi (tengah) bersama ibundanya Sudjiatmi Notomihardjo (kedua kiri) menyapa warga saat menggelar open house di kediamannya, Sumber, Solo, 29 Juli 2014. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

    Presiden terpilih Jokowi (tengah) bersama ibundanya Sudjiatmi Notomihardjo (kedua kiri) menyapa warga saat menggelar open house di kediamannya, Sumber, Solo, 29 Juli 2014. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

    TEMPO.COSolo - Kepolisian Republik Indonesia resmi menahan penulis buku Jokowi Undercover, Bambang Tri Mulyono. Buku tersebut dianggap banyak menebar kebohongan yang menimbulkan kebencian, termasuk tudingan bahwa Presiden Joko Widodo merupakan keturunan komunis.

    Terkait dengan tuduhan dalam buku tersebut, Ibunda Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo, tidak berkomentar banyak. "Tuduhan itu tidak benar," kata Sudjiatmi saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Sumber, Solo, Senin, 2 Januari 2017.

    Sudjiatmi enggan mengungkapkan perasaannya terhadap penulis buku tersebut. Namun dia justru mendoakannya. "Semoga mendapat bimbingan dari Allah," ujarnya. 

    Ia berharap, pada tahun baru ini, semua bentuk fitnah serta upaya mengadu domba masyarakat bisa mereda.

    Baca:
    Penulis Jokowi Undercover Rajin Update Status Facebook
    Ibunda Presiden Syukuran Tahun Baru: Kenang Kebiasaan Jokowi

    Sebelumnya, Kepolisian RI resmi menahan Bambang. Penulis buku Jokowi Undercover itu ditahan di Rumah Tahanan Kepolisian Daerah Metro Jaya setelah menjalani pemeriksaan.

    Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Rikwanto, Bambang tidak memiliki dokumen pendukung terkait dengan tuduhannya di dalam buku itu. "Tersangka tidak memiliki dokumen pendukung sama sekali terkait dengan tuduhan pemalsuan data Bapak Jokowi saat pengajuan sebagai calon presiden di KPU (Komisi Pemilihan Umum) Pusat," tutur Rikwanto, Sabtu, 31 Desember 2016.

    Rikwanto mengatakan tuduhan dan sangkaan yang dimuat dalam buku Jokowi Undercover dan media sosial didasarkan atas sangkaan pribadi tersangka. Sedangkan analisis fotometrik yang diungkapkan tidak didasari keahlian apa pun, tapi hanya persepsi dan perkiraan tersangka pribadi.

    "Motif tersangka sebagai penulis hanya didasarkan atas keinginan untuk membuat buku yang menarik perhatian masyarakat," ujar Rikwanto.

    AHMAD RAFIQ

    Baca juga:
    Ini 8 Kepala Daerah Berstatus Tersangka pada 2016
    EKSKLUSIF 1, Kata Menteri Hanif Soal Jokowi dan Pekerja Cina

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Minta Lion Air dan Citilink Turunkan Harga Tiket LCC

    Pemerintah telah memerintahkan dua maskapai penerbangan domestik, Lion Air dan Citilink, untuk menurunkan harga tiket pesawat berbiaya murah.