Meriahnya Malam Pergantian Tahun di Jalan Malioboro  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pesta kembang api dalam perayaan tahun baru 2017 di kawasan komplek Candi Prambanan, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, 1 Januari 2017. Ribuan masyarakat memadati kawasan Taman Wisata Candi Prambanan untuk merayakan malam pergantian tahun. TEMPO/Pius Erlangga

    Suasana pesta kembang api dalam perayaan tahun baru 2017 di kawasan komplek Candi Prambanan, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, 1 Januari 2017. Ribuan masyarakat memadati kawasan Taman Wisata Candi Prambanan untuk merayakan malam pergantian tahun. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Perayaan pergantian tahun dari 2016 ke 2017 di wilayah Kota Yogyakarta terlihat lebih semarak dibanding tahun lalu, Sabtu malam, 31 Desember 2016. Di Jalan Malioboro misalnya, pengunjung dihibur dengan sejumlah pertunjukan yang difasilitasi Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kota Yogyakarta.

    Pantauan Tempo, Malioboro sudah dipadati pengunjung yang merapat ke tiap-tiap panggung hiburan itu sejak magrib. Mereka tak hanya terkonsentrasi di Titik Nol Kilometer saja seperti tahun-tahun sebelumnya.

    Panggung hiburan yang difasilitasi pemerintah tersebar di empat titik. Panggung pertama berada di halaman depan Hotel Inna Garuda. Sejak pukul 20.00 WIB hingga detik pergantian tahun, pengunjung dihibur aksi kolaborasi etnik bintang-bintang Pantai Utara Jawa Tengah (Pantura). Panggung ini menyedot paling banyak pengunjung dari pangkal Jalan Malioboro dan mengular hingga depan kantor Dinas Pariwisata DIY yang berjarak 200 meter.

    Sedangkan di depan Gedung DPRD DIY, pengunjung terkonsentrasi menyaksikan pagelaran Wayang Kulit Spekta yang digelar semalam suntuk dengan mengusung lakon Hastabratha. Pentas wayang ini menampilkan dalang Ki Gondo Suharno dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

    Panggung ketiga berada di halaman depan gapura kantor Pemerintah Daerah DIY Kepatihan. Panggung ini menampilkan pertunjukan Band Plus dari Yogyakarta. Sedangkan di Titik Nol Kilometer, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogya menampilkan Kemasan Parade Seni Budaya. 

    Pantauan Tempo, masyarakat juga menggelar acara masing-masing yang tak kalah menarik. Misalnya warga yang tergabung dalam Paseduluran Jemparingan Langenastro, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Keraton. Mereka menggelar aksi latihan memanah bersama bertajuk Jemparingan Gantos Warsa di Sasana Jemparingan Langenastra yang berdekatan dengan Alun-alun Kidul.

    Area jalur pedestrian Malioboro yang baru diresmikan pemerintah DIY pada 22 Desember lalu pun berjejal pengunjung yang menunggu detik pergantian tahun. Sedangkan di Titik Nol Kilometer, Kepolisian Resor Kota Yogyakarta menutup akses pengunjung dari empat penjuru jalan menuju simpang yang menjadi pusat perayaan dan pesta kembang api itu. 

    Kapolda DIY Brigadir Jenderal Ahmad Dofiri bersama Kapolres Kota Yogyakarta Ajun Komisaris Besar Tommy Wibisono memantau langsung detik perayaan tahun baru di Titik Nol Kilometer mulai pukul 23.00 WIB. "Untuk mencegah tumpukan kendaraan yang masuk area Malioboro saat pergantian tahun, kami berlakukan penutupan akses mulai pukul 17.00 WIB," ujar Dofiri.

    Dofiri menuturkan, pihaknya menurunkan dua per tiga kekuatan atau sekitar 6.000 personel untuk menjaga keamanan di wilayah DIY. Kekuatan 6.000 personel itu disebar ke sejumlah simpang perbatasan kota.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.