Mahasiswi Bandung Bersiap Mendaki Gunung di Antartika  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Vinson Massif Via indonesia7summits.com

    Gunung Vinson Massif Via indonesia7summits.com

    TEMPO.CO, Bandung - Pendakian Gunung Vinson Massif di Benua Antartika oleh tim The Woman Indonesia's Seven Summits Expedition Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Parahyangan (WISSEMU) Bandung siap dimulai. Tim telah sampai di Union Glacier, tempat titik awal proses pendakian.

    Manajer umum tim ekspedisi, Sebastian Karamoy, mengatakan setelah singgah selama lima hari di Santiago, Cile, dan berkunjung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Cile, tim bertolak ke Punta Arenas. Kota itu menjadi tempat pertemuan antara tim dan pemandu pendakian, dan tempat mengikuti arahan dari Antartic Logistic & Expedition (ALE) bagi pengunjung Antartika.

    "Pendakian sendiri akan dimulai dari Vinson Basecamp pada 1 Januari 2017 dan diperkirakan mencapai puncak pada 6 Januari 2017," kata Sebastian, Sabtu, 31 Desember 2016.

    Tim yang terdiri atas Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, yang sama-sama berusia 22 tahun, juga memeriksa seluruh perlengkapan dan melengkapi semua kebutuhan logistik.

    Kamis, 29 Desember 2016, waktu setempat, tim WISSEMU menuju ke Union Glacier dengan menggunakan pesawat Ilyushin-II 76 dari Punta Arenas International Airport pukul 11.00. Mereka tiba pada pukul 15.30 waktu setempat. Dari Union Glacier, tim terbang lagi ke Vinson Basecamp dan bermalam di sana.

    Vinson Massif merupakan gunung kelima yang akan didaki tim WISSEMU dalam misi menyelesaikan pendakian Seven Summits. Sebelumnya, tim WISSEMU telah berhasil mendaki empat gunung tertinggi di empat lempeng benua berbeda, yaitu Gunung Carstensz Pyramid, Gunung Elbrus, Gunung Kilimanjaro, dan Gunung Aconcagua.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.