Menjelang Tahun Baru, Jakarta Bersiaga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar memberikan keterangan pada media, setelah menjenguk korban selamat perampokan di Pulomas yang dirawat di RS Kartika, Jakarta. 31 Desember 2016. TEMPO/Ahmad Faiz.

    Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar memberikan keterangan pada media, setelah menjenguk korban selamat perampokan di Pulomas yang dirawat di RS Kartika, Jakarta. 31 Desember 2016. TEMPO/Ahmad Faiz.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan status siaga satu di DKI Jakarta masih ditetapkan menjelang pergantian tahun. Menurut dia, status ini masih termasuk masa operasi lilin.

    "Dari 23 Desember sampai 2 Januari 2017, dalam rentang waktu itu masih siaga," katanya di Rumah Sakit Kartika, Pulomas, Jakarta, Sabtu, 31 Desember 2016.

    Boy menjelaskan, 150 ribu personel polisi disiapkan di seluruh Indonesia dalam operasi lilin kali ini. Ancaman yang dihadapi masih berkaitan dengan terorisme, narkoba, kecelakaan lalu lintas, dan kejahatan konvensional lainnya.

    "Rute, tempat ibadah, tempat wisata, pusat keramaian yang dijadikan tempat merayakan pergantian tahun jadi fokus kami," tutur Boy.

    Dia mengimbau masyarakat tertib dalam merayakan tahun baru dan tidak hura-hura dengan berlebihan. "Perhatikan keselamatan, jangan minum minuman keras dan bakar petasan agar suasana kondusif," kata dia.

    Polisi sebelumnya telah menetapkan DKI Jakarta siaga satu menjelang perayaan Natal kemarin. Sebab, beberapa waktu terakhir Polri berhasil mengungkap jaringan teroris di berbagai lokasi.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.