Cuaca Ekstrem, Pendakian ke Rinjani Ditutup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan asing beristirahat di tepian Danau Segara Anak di Gunung Rinjani dilihat dari Plawangan Senaru, Lombok. Tempo/Aditia Noviansyah

    Sejumlah wisatawan asing beristirahat di tepian Danau Segara Anak di Gunung Rinjani dilihat dari Plawangan Senaru, Lombok. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COMataram - Demi pemulihan ekosistem dan antisipasi cuaca ekstrem, selama tiga bulan mendatang, pendakian Gunung Rinjani ditutup. Terhitung mulai 1 Januari hingga 31 Maret 2016 penutupannya direkomendasikan seperti tahun-tahun sebelumnya. 

    Setelah dibuka kembali, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) akan menerapkan ketentuan baru, yaitu keharusan pendaftaran pendakian melalui online dan pembayaran tiket pendakian melalui BNI dan Bank Mandiri. Ketentuan baru tersebut disampaikan Kepala Balai TNGR Agus Budi Santosa di kantor Dinas Kehutanan Nusa Tenggara Barat. “Alasan penutupan karena pemulihan ekosistem dan cuaca ekstrem,” kata Agus, Jumat, 30 Desember 2016.

    Menurut Agus, koneksi online pendaftaran pendakian juga akan didukung PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dan PT XL Axiata Tbk di pintu pendakian. Selain itu, akan dibatasi jumlah pendaki yang berangkat dalam satu hari sekitar 100-200 orang sesuai analisis daya dukung dan daya tampung yang akan diperoleh. 

    Sebelumnya, pernah terjadi rekor pendakian dalam sehari saat Lebaran keenam sebanyak 1.200 orang. Normalnya sekitar 60-80 orang atau pada bulan puasa sebanyak 20-40 orang. Adapun pendakian selama Juni, Agustus, dan September didominasi wisatawan mancanegara.

    Selain itu, mengingat banyaknya pendakian melalui jalur ilegal atau jalur tikus, maka pintu pendakian Rinjani akan dipindah tidak lagi dari Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, dan Senaru, Kabupaten Lombok Utara. Namun dialihkan ke pos II yang berjarak sekitar 8 kilometer dari pos semula. Sedangkan yang dari pintu Senaru ke Jebak Gawah kurang-lebih 1,8 kilometer ke dalam. “Kalau sudah dipindah, layanan pendakian bisa selama 24 jam,” ujarnya.

    Selain itu, Balai TNGR akan menerapkan aturan jaminan pembayaran uang sampah. Jumlahnya masih diperhitungkan mengingat kemampuan wisatawan Nusantara. Ada yang menghendaki jaminan Rp 500 ribu. “Kalau wisatawan mancanegara tidak masalah, tapi jumlah itu terlalu besar untuk lokal,” ucap Agus. 

    Selama 2016, jumlah pendaki yang resmi melalui pintu pendakian Senaru dan Sembalun mencapai 91.412 orang, terdiri atas 61.117 pendaki lokal dan 30.295 pendaki mancanegara.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.