Menlu Retno: Indonesia Masih Menunggu Kebijakan Trump  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Presiden AS terpilih Donald Trump, saat berbicara pada malam pemilihan di Manhattan, New York, 9 November 2016. Trump memenangkan pemilu AS dengan electoral college votes 276.  REUTERS/Mike Segar

    Ekspresi Presiden AS terpilih Donald Trump, saat berbicara pada malam pemilihan di Manhattan, New York, 9 November 2016. Trump memenangkan pemilu AS dengan electoral college votes 276. REUTERS/Mike Segar

    TEMPO.COYogyakarta - Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi mengatakan pemerintah Indonesia masih menunggu kebijakan yang akan dijalankan presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, untuk menentukan kebijakan hubungan diplomatik dengan negara itu.

    "Kami masih menunggu kebijakan yang akan dijalankan Trump karena sejauh ini yang kita lihat hanya janji-janji kampanye," kata Menteri Retno seusai acara “Malam Orasi Penerima Anugerah Hamengku Buwono IX” di Bangsal Srimanganti, Keraton Yogyakarta, Jumat malam, 30 Desember 2016.

    Menurut Retno, janji-janji kampanye yang selama ini disuarakan Trump akan menjadi perhatian pemerintah Indonesia, khususnya sejauh mana janji tersebut akan direalisasikan dalam kebijakan Amerika Serikat ke dalam dan keluar. "Kita lihat apakah sepenuhnya diimplementasikan dalam kebijakan atau di sana-sini akan ada penyesuaian. Dari situlah kami akan menentukan sikap," ujarnya.

    Meski demikian, menurut Retno, terlepas dari siapa Presiden Amerika Serikat yang terpilih saat ini, posisi Indonesia sebagai mitra strategis akan tetap diperhitungkan Amerika. "Setiap negara, baik Indonesia maupun Amerika, memiliki posisi strategis. Hal itu yang akan mempengaruhi hubungan baik kita dengan Amerika," tuturnya.

    Trump dikenal dengan komentar kontroversialnya saat kampanye dengan janji mendeportasi imigran, membangun tembok perbatasan antara Amerika Serikat dan Meksiko, mencegah kaum muslim masuk wilayah Amerika, dan "meninggalkan sekutu-sekutunya".

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.