Diduga Terkait Makar, Gde Sardjana: Transfer buat Persalinan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suami Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sylviana Murni, Gde Sardjana sesaat setelah menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan makar di Polda Metro Jaya pada Jumat, 30 Desember 2016. Tempo/Avit Hidayat

    Suami Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sylviana Murni, Gde Sardjana sesaat setelah menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan makar di Polda Metro Jaya pada Jumat, 30 Desember 2016. Tempo/Avit Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Gde Sardjana, seorang pengusaha sekaligus suami calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sylviana Murni, mengaku pernah mengirim uang Rp 10 juta kepada satu di antara tersangka kasus makar, Jamran. Namun secara tegas ia membantah terlibat dengan rencana makar yang dilakukan Jamran dan sekelompok orang saat Aksi Damai 212 pada awal bulan.

    "Demo aja seumur hidup saya tidak pernah, enggak ada kaitan (dengan makar)," kata Gde kepada wartawan sesaat setelah diperiksa penyidik pada Jumat petang, 30 Desember 2016. Gde dimintai keterangan terkait dengan beberapa hal yang berhubungan dengan dugaan makar. Menurut polisi, Gde mengirimkan sejumlah uang ke Jamran.

    Gde menjelaskan, uang itu digunakan untuk biaya operasi saat istri Jamran hendak melahirkan di rumah sakit. Karena itu ia membantah jika uang tersebut dikaitkan pada rencana makar. "Ketika istrinya mau operasi, dia minta tolong, ya saya bantu sekadarnya," ucap dia.

    Menurut dia, uang Rp 10 juta yang ia berikan hanya bentuk solidaritas pertemanan, karena Jamran membutuhkan biaya melahirkan. Dia juga memastikan uang itu tak digunakan untuk rencana makar. "Ngapain bantu-bantu orang demo (Aksi Damai 212), enggak ada kaitannya."

    Gde mengaku lupa kapan uang itu ditransfer kepada Jamran. Dia juga tak membawa bukti transfer. Namun ia telah menjelaskan ke polisi, bahwa ia sama sekali tak terlibat dengan rencana makar yang dilakukan sekelompok orang.

    Dia juga memastikan ia hanya sekali mengirimkan uang ke Jamran. Setelah itu, tidak ada transaksi lagi. "Emangnya saya banyak uang?" tutur dia sembari berjalan menuju mobilnya.

    Gde diperiksa selama tujuh jam oleh penyidik Kepolisian Daerah Metro Jaya. Namun, dia menyatakan akan siap memberi keterangan lagi jika polisi memanggilnya.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.