Kasus La Nyalla, Kejati Jawa Timur Ajukan Kasasi Pekan Depan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus dugaan korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur periode 2011-2014, La Nyalla Mattalitti melakukan sujud syukur saat mendengar pembacaan vonis usai sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, 27 Desember 2016. La Nyalla Mattalitti divonis bebas oleh majelis hakim. ANTARA/Rosa Panggabean

    Terdakwa kasus dugaan korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur periode 2011-2014, La Nyalla Mattalitti melakukan sujud syukur saat mendengar pembacaan vonis usai sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, 27 Desember 2016. La Nyalla Mattalitti divonis bebas oleh majelis hakim. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.COSurabaya - Kejaksaan Tinggi Jawa Timur akan segara mengajukan kasasi atas vonis bebas terhadap La Nyalla Mattalitti dalam kasus dugaan korupsi Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur. Sebelum itu, Kejaksaan akan berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menyusun memori kasasi.

    "Kami akan berkoordinasi dengan KPK supaya memori kasasinya mantap," kata Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Maruli Hutagalung saat memberikan keterangan pers “Capaian Kerja Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Tahun 2016”, Jumat, 30 Desember 2016.

    Maruli menuturkan Kejaksaan memiliki waktu 14 hari sejak vonis itu diputuskan oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Rencananya, kasasi tersebut diajukan pekan depan. "Sikap kami tetap akan mengajukan kasasi. Insya Allah minggu depan diajukan," tuturnya.

    Baca:
    La Nyalla Divonis Bebas, Wakil Ketua KPK: Enggak Masuk Akal
    Komisi Yudisial: Putusan Perkara La Nyalla Perlu Diperbaiki  

    Maruli yakin kasasi yang diajukan Kejaksaan bakal dikabulkan Mahkamah Agung. Sebab, Kejaksaan menganggap terdakwa La Nyalla Mattalitti melakukan tindak pidana korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur. Dia pun berharap kasasi itu nantinya ditangani hakim Artidjo Alkostar, yang dikenal punya reputasi baik.

    Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis bebas kepada mantan Ketua Umum PSSI itu. La Nyalla dinyatakan tidak terbukti melakukan korupsi dana hibah sebesar Rp 1,1 miliar. Hakim pun memutuskan La Nyalla dibebaskan dari dakwaan.

    Jaksa penuntut umum sebelumnya menuntut La Nyalla dengan hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Ia juga wajib mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 1,1 miliar. Setelah putusan dibacakan, hakim memerintahkan agar La Nyalla segera dikeluarkan dari tahanan.

    NUR HADI


    Baca juga:
    Polda Akan Periksa Suami Sylviana Murni Terkait Dugaan Makar
    KPK OTT di Klaten, Gubernur Ganjar: Ini Pukulan Telak

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.