Operator Transportasi Laut Diminta Waspadai Gelombang Tinggi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kapal nelayan. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi kapal nelayan. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Ternate - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Babullah, Ternate, meminta pengguna dan operator transportasi laut waspada terhadap ancaman gelombang laut tinggi di perairan Maluku Utara.

    Menurut Sulimin, Koordinator BMKG Maluku Utara, dari hasil pembacaan data cuaca, perairan laut Halmahera, Maluku Utara, akan dilanda gelombang laut dengan ketinggian 2 meter. Ancaman tersebut merata di seluruh Maluku Utara.

    "Karena itu, masyarakat kami imbau berhati-hati dalam melakukan aktivitas sehari-hati, terutama saat melakukan aktivitas penyeberangan. Sebab, dalam pekan ini, Maluku Utara diperkirakan dilanda cuaca buruk yang berpotensi terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang," ucap Sulimin.

    Sulimin mengatakan diprediksi dampak yang timbul dari cuaca buruk tersebut adalah banjir, tanah longsor, banjir bandang, pohon tumbang, serta jalan licin. Wilayah yang akan terkena dampak dari cuaca tersebut adalah Kota Ternate, Tidore, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Halmahera Utara, Kepulauan Sula, dan Morotai.

    "Jadi masyarakat, terutama yang ingin menyeberang ke pulau lain, tetap waspada dan berhati-hati," ujar Sulimin.

    Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman menuturkan, untuk mengantisipasi kemungkinan buruk dari dampak cuaca, Pemerintah Kota Ternate akan memperketat pengawasan terhadap semua transportasi laut dari dan ke Ternate, apalagi dalam dua bulan terakhir selalu ada kecelakaan laut akibat cuaca buruk.

    "Jadi, mulai saat ini, Pemerintah Kota Ternate akan memperketat pengawas terhadap transportasi laut," kata Burhan.

    BUDHY NURGIANTO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.