Diisukan Akan Diganti, Menteri Agama: Tanyakan kepada Presiden

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan keterangan dalam konferensi pers Sidang Itsbat Awal Syawal 1437 H di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, 4 Juli 2016. Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan Hari Raya Idul Fitri tahun ini jatuh pada hari Rabu 6 Juli 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan keterangan dalam konferensi pers Sidang Itsbat Awal Syawal 1437 H di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, 4 Juli 2016. Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan Hari Raya Idul Fitri tahun ini jatuh pada hari Rabu 6 Juli 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menolak berkomentar soal isu perombakan kabinet jilid III yang bakal menimpanya. "Saya enggak komentar yang begitu-begitu. Saya ingin kerja saja," ucapnya kepada Tempo di kantornya, Kamis, 29 Desember 2016.

    Lukman sibuk siang ini. Berdasarkan jadwal yang diterima Tempo, ia bakal menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Istana. Rapat itu dijadwalkan pukul 13.30.

    Mengenakan kemeja batik lengan panjang, Lukman keluar lift kantornya pada pukul 13.14. Dia kemudian keluar gedung Kementerian Agama sambil membawa beberapa berkas menuju mobil dinasnya.

    Lukman beberapa kali menolak ketika dicecar soal kabar perombakan kabinet tersebut. Ia melambaikan tangan, menepis pertanyaan berkaitan dengan isu tersebut. “Tanyakan kepada Pak Presiden saja,” ujarnya.

    Isu perombakan kabinet kembali mencuat ke permukaan. Salah satu menteri yang disebut-sebut bakal diganti adalah Lukman.

    Baca: Presiden Jokowi Komentari Isu Perombakan Kabinet Jilid III

    Juru bicara Istana Kepresidenan, Johan Budi, sebelumnya mengomentari isu perombakan kabinet jilid III yang kini beredar. Menurut dia, pergantian kabinet adalah kewenangan Presiden Jokowi. Ia menilai itu merupakan hak prerogatif Presiden.

    Presiden Jokowi sejauh ini sudah merombak kabinet sebanyak dua kali. Pada perombakan kabinet yang pertama tahun 2015, ia mengubah jajaran menteri bidang ekonomi, seperti memasukkan Rizal Ramli sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman dan Thomas Lembong sebagai Menteri Perdagangan.

    Pada 2016, Jokowi kembali merombak kabinet dengan mengganti delapan menteri. Jokowi, antara lain, memasukkan Budi Karya Sumadi sebagai Menteri Perhubungan, Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan), Asman Abnur (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi), serta Airlangga Hartarto (Menteri Perindustrian).

    Sedangkan isu perombakan kabinet terbaru mengindikasikan masuknya kader Partai Gerakan Indonesia Raya ke Kabinet Kerja. Hal itu menyusul makin dekatnya hubungan Presiden Jokowi dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

    DANANG FIRMANTO

    Baca juga:
    Ini Cara Polisi Lacak Jejak Pembunuh di Pulomas
    Dilaporkan Menistakan Agama, Rizieq: Salah Alamat



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.