Kapolri: Pengusaha PO Bus Jadi Saksi Kasus Dugaan Makar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Tito Karnavian (tengah) memberikan pengarahan kepada unit

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian (tengah) memberikan pengarahan kepada unit "Brimob" sambil memeriksa pasukan saat apel pengamanan menjelang Natal dan perayaan Tahun Baru di Monumen Nasional di Jakarta, 22 Desember 2016. AP/Dita Alangkara

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mengatakan pemeriksaan terhadap pengelola perusahaan otobus (PO) NPM asal Padang Panjang, Sumatera Barat, Angga Vircansa, tidak terkait dengan aksi super damai pada 2 Desember 2016. Menurut dia, pemeriksaan itu berkaitan dengan perkara dugaan makar yang akan menumpangi aksi damai itu.

    “Angga tidak ada hubungannya dengan 212. Ini bermasalah dengan adanya kelompok yang ingin mendompleng,” kata Tito di Mabes Polri, Rabu, 28 Desember 2016. Ia menambahkan, Angga dipanggil sebagai saksi.

    Tito menilai pemeriksaan Angga berkaitan dengan tersangka dugaan makar yang rencananya bergerak ke DPR untuk menjatuhkan pemerintahan saat ini. Ia mengatakan, sebelum aksi damai, ada salah satu tersangka dugaan makar yang sudah berangkat ke Payakumbuh untuk menggalang dukungan. Dari informasi tersebut, nama Angga muncul dan akhirnya dijadwalkan diperiksa sebagai saksi.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan Angga diperiksa sebagai saksi untuk kasus dugaan makar yang dilakukan sejumlah tokoh, antara lain Sri Bintang Pamungkas dan Rachmawati Soekarnoputri.

    Menurut Argo, dalam penyelesaian perkara makar ini, pihaknya perlu mengetahui dan memastikan kronologi pemufakatan yang terjadi. Ia menilai Angga paham dan mengerti soal pertemuan dan pemufakatan itu.

    Namun Argo tidak menjelaskan pemeriksaan terkait dengan tersangka makar yang mana. "Belum tahu untuk tersangka siapa. Namun diperiksa kasus makar, saksi saja," katanya.

    Adapun PO NPM disewa untuk mengantar massa pada aksi 2 Desember lalu. Karena itu, pemeriksaan akan fokus seputar berapa bus dan berapa penumpang yang diantar.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.