Penerbangan Gratis untuk Relawan Bencana Banjir di Bima  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana banjir bandang yang melanda Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Foto: Istimewa

    Suasana banjir bandang yang melanda Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Foto: Istimewa

    TEMPO.COMataram - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan maskapai penerbangan menyiapkan pesawat sebagai “jembatan udara”, mengangkut barang dan tenaga relawan untuk bantuan kemanusiaan korban bencana alam banjir bandang di Bima, Nusa Tenggara Barat. 

    Maskapai yang menyediakan penerbangan kemanusiaan ke Bima dengan membawa bantuan logistik dan relawan diberi kemudahan pemberian izin, baik slot time maupun flight approval.

    “Kami akan menyiapkan bantuan ‘jembatan udara’ ke Bima dan daerah-daerah lain yang terkena bencana. Hal ini sebagai bentuk kehadiran negara bagi semua masyarakat di seluruh pelosok Nusantara,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Suprasetyo, Rabu, 28 Desember 2016. 

    Menurut Suprasetyo, sudah banyak organisasi kemasyarakatan dan maskapai yang menyampaikan surat permintaan bantuan transportasi kepada Ditjen Perhubungan Udara. Hingga Selasa, 27 Desember 2016, Ditjen Perhubungan Udara sudah menerima surat permintaan bantuan dari relawan Laznas AQL Peduli, relawan Yatim Mandiri, relawan Badan Wakaf Al Quran, relawan Wanita Islam, relawan Dompet Dhuafa, relawan Yayasan Arrahman Amanah Fisabilillah, relawan Siaga Bencana Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia, relawan Bulan Sabit Merah Indonesia, serta relawan Konas Menwa Indonesia & DPN IARMI (Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia). 

    Ditjen Perhubungan Udara bekerja sama dengan PT Transnusa Aviation Mandiri akan memberangkatkan 40 relawan dari berbagai ormas tersebut pada 28 Desember 2016. Bersama relawan, akan diangkut juga sekitar 3 ton logistik bantuan korban banjir bandang di Bima Nusa Tenggara Barat. Adapun bantuan tersebut terdiri atas 2 ton beras, 2 karung pakaian baru, dan 200 kilogram barang bantuan lain.

    Penerbangan pertama tersebut adalah penerbangan bebas biaya dan akan berangkat dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma menuju Bandara Sultan Muhammad Salahudin, Bima.

    Suprasetyo telah menyetujui penerbangan bantuan yang akan dilakukan menggunakan pesawat Fokker F-28 registrasi PK-TNR. Pesawat akan berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada 28 Desember 2016 pukul 04.45 UTC (11.45 WIB) dan direncanakan sampai di Bandara Sultan Muhammad Salahudin, Bima, pukul 07.00 UTC (15.00 Wita). 

    Walaupun penerbangan ini bersifat bantuan kemanusiaan, Suprasetyo mengingatkan agar pihak-pihak yang bersangkutan tetap menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan.

    “Keselamatan dan keamanan penerbangan wajib dijaga. Karena kita menginginkan bantuan tersebut, baik relawan maupun logistik, bisa sampai ke tempat tujuan dan digunakan semaksimal mungkin untuk membantu para korban bencana,” ujarnya.

    Selain itu, para relawan yang akan diangkut dengan pesawat harus dipastikan namanya berdasarkan kartu tanda penduduk atau identitas resmi lain.

    Seperti diketahui, wilayah Bima dan Sumbawa dilanda banjir bandang akibat hujan deras pada 21 dan 23 Desember 2016. Lima kecamatan di Kota Bima terendam banjir dengan ketinggian antara 1-2 meter. Banjir mengakibatkan puluhan rumah rusak dan ribuan penduduk mengungsi. Banjir juga merusak infrastruktur transportasi, seperti jembatan dan jalan.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.