Isu Pekerja Asing, Wiranto: Dubes Cina Sebut Tidak Benar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto setelah rapat koordinasi gubernur di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis 24 November 2016. Tempo/Arkhelaus W.

    Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto setelah rapat koordinasi gubernur di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis 24 November 2016. Tempo/Arkhelaus W.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyampaikan pemerintah Cina telah merespons isu masuknya 10 juta tenaga kerja asing dari negara mereka. Respons itu berupa koordinasi dengan Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan.

    "Saya telah berkomunikasi dengan dubes (duta besar) dari Cina. Ia datang kemari dan mengatakan langsung bahwa isu itu tidak benar," ujar Wiranto di Kemenkopolhukam, Selasa, 27 Desember 2016. Namun Wiranto tak menyebutkan kapan pertemuan dengan dubes Cina itu berlangsung.

    Menurut Wiranto, Pemerintah Cina siap membantu menangani bila ada warga mereka yang masuk ke Indonesia dan memanipulasi izin turis agar bisa bekerja. Bahkan, mereka siap jika perkara soal tenaga kerja itu ditangani dengan hukum Indonesia. "Jadi tak ada masalah. Mari kita tenang dulu, jangan langsung percaya sama kabar bohong itu," ujarnya.

    Baca Juga: Penyebar Isu Tenaga Kerja Asal Cina Sudah Teridentifikasi
     

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sudah membantah perihal adanya 10 juta tenaga kerja asing asal Cina di Indonesia. Ia mengatakan hanya ada 21 ribu tenaga kerja asing asal Cina di Indonesia dan kebanyakan bekerja sebagai tenaga ahli.

    Presiden menduga ada pihak yang sengaja membuat isu jutaan tenaga kerja asing itu dengan memelintir target jumlah turis asal Cina ke Indonesia. Ia menuturkan Indonesia bukan mengharapkan jutaan tenaga asing, tapi jutaan turis asal Cina ke Indonesia.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.