Polisi Tangkap Pimpinan Aksi Sweeping Restoran Kitchen Solo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota kelompok ormas membawa senjata sebelum bentrok dengan warga Gandekan, Solo, Jateng, Jumat (4/5). Walau banyak terdapat senjata tajam dari kedua kelompok yang bersitegang, tidak ada tindakan dari pihak kepolisian. ANTARA/Andika Betha

    Anggota kelompok ormas membawa senjata sebelum bentrok dengan warga Gandekan, Solo, Jateng, Jumat (4/5). Walau banyak terdapat senjata tajam dari kedua kelompok yang bersitegang, tidak ada tindakan dari pihak kepolisian. ANTARA/Andika Betha

    TEMPO.COSemarang – Kepolisian Daerah Jawa Tengah meringkus tiga tersangka lain kasus sweeping disertai perusakan, penganiayaan, dan perampasan di Restoran Social Kitchen Solo pada 18 Desember 2016. Dengan demikian, polisi sudah menangkap 11 tersangka, yang rata-rata anggota Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS). 

    Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Jawa Tengah Ajun Komisaris Besar Nanang Haryono mengatakan tiga tersangka tambahan itu ditangkap pada Selasa, 27 Desember 2016. Satu di antaranya, yakni Sri Asmoro Eko Nugroho, 39 tahun, alias Eko Wahid alias Eko Luis, adalah otak sweeping. "Eko memiliki sekitar 300 anak buah. Dia diduga memimpin gerakan anarkistis di wilayah Solo," kata Nanang. 

    Menurut Nanang, Eko ditangkap bersama dengan Kombang Saputra, 26 tahun, alias Kumbang alias Azam di Ruko Regency Kartosuro Sukoharjo, pukul 05.30 WIB. Satu tersangka lain ditangkap pada pukul 02.50 WIB bernama Mujiono Laksito, 46 tahun, warga Dusun Bendosari, Sukoharjo.

    Adapun delapan tersangka lain yang terlebih dahulu ditangkap adalah Edi Lukito, Joko Sutarto, Hendro Sudarsono, Suparno alias Yusuf Suparno, Suparwoto alias Salman Alfarizi, Margiyanto alias Abu Rehan, Yudi Wibowo alias Abu Irhab, dan Rabu Muda Adi Nugroho. 

    Nanang meminta para pelaku lain yang saat ini belum ditangkap segera menyerahkan diri. Jika tidak mau menyerah, Polda Jawa Tengah akan terus memburu para pelaku yang jumlahnya lebih dari 20 orang tersebut. 

    Pada Minggu dinihari, 18 Desember 2016, puluhan orang yang mengenakan jubah merusak dan menganiaya pengunjung restoran yang terletak di Jalan Abdulrachman Saleh, Setabelan, Banjarsari, Solo, itu. 

    Berdasarkan keterangan saksi, puluhan orang berjubah datang ke restoran dengan mengendarai sepeda motor untuk melakukan sweeping. Mereka masuk dan merusak beberapa barang di dalamnya. Dalam kasus ini, ada sembilan orang yang berada di restoran tersebut terluka. Motifnya karena mereka tidak senang dengan restoran tersebut yang beroperasi hingga batas waktu operasional atau hingga larut malam.

    Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Condro Kirono mengatakan ada sekitar 20 orang yang diduga terlibat kasus sweeping ini. "Mereka rata-rata dari ormas Laskar Umat Islam Surakarta," ujarnya.

    ROFIUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.