Sebut ISIS, PNS Ini Memeras dan Mengancam Akan Mengebom Bank  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • www.123rf.com

    www.123rf.com

    TEMPO.CO, Ambon - Aparat Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polda Maluku berhasil menangkap Wirasman Rukua alias Shalahuddin Alindunisy, 31 tahun, pelaku teror bom serta pemerasan di sejumlah bank di Ambon, Minggu, 25 Desember 2106.

    Wirasman merupakan pegawai negeri di Dinas Pertanahan Kabupaten Maluku Tengah. Penangkapan dilakukan di Kawasan Nania, Kecamatan Baguala, Ambon. Kepala Divisi Humas Polda Maluku, Ajun Komisaris Besar A.R. Tatuh, mengatakan tersangka ditahan lantaran melakukan teror dengan menaruh barang yang diduga bom di halaman kantor Bank Maluku pada 19 Desember 2016.

    ”Pelaku ditangkap di sebuah rumah di Kawasan Nania,” kata Tatuh di Ambon, Senin, 26 Desember 2016.

    Sebelumnya, Wirasman melakukan teror dengan mengirim surat ke sejumlah bank di Kota Ambon dengan meminta uang ratusan juta rupiah untuk membantu perjuangan ISIS di Suriah.

    Dalam surat itu, pelaku mengancam, jika tuntutan tak dipenuhimaka perwakilan ISIS Indonesia akan menyerang. “Awalnya ada surat edaran teror pada sejumlah bank. Karena tidak digubris pihak bank, pelaku menaruh barang mencurigakan yang diduga bom di depan kantor Bank Maluku,” kata Tatuh.

    Dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa laptop, printer, gergaji besi, semen sisa pembuatan bom, pipa untuk membuat bom, kabel, surat pengakuan bahwa dirinya telah memasang 15 bom yang siap meledak pukul 13.00 WIT di Kota Ambon yang ditulis tangan tertanggal 17 Desember 2016. Selain itu, ada buku ekspedisi pengiriman surat ke beberapa bank. Saat ini tersangka ditahan Polda Maluku.

    RERE KHAIRIYAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.