BMKG Maritim Ingatkan Ombak Laut Jawa Berbahaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gelombang tinggi. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Ilustrasi gelombang tinggi. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Semarang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Semarang mengingatkan bahwa kondisi Laut Jawa sedang berbahaya. Kondisi itu akibat pengaruh siklon di atas sekitar Pulau Kalimantan.

    “Peringatan dini telah kami keluarkan untuk 26–27 Desember 2016,” kata prakirawan BMKG Maritim Semarang, Ganis Eru Cahyo, di kantornya, Senin, 26 Desember 2016.

    Ganis menjelaskan, kondisi gelombang Laut Jawa sejak 26 hingga 27 Desember 2016 mencapai 2,5 meter. Kondisi itu ditambah hujan di tengah Laut Jawa dengan kecepatan angin hingga 20 knot. “Sedangkan arah angin dari barat daya ke barat laut,” ujarnya.

    Ganis memperkirakan, dalam dua hari ini hingga Rabu, akan terjadi hujan merata di perairan Laut Jawa, yang meliputi Kepulauan Karimunjawa dan pantai utara dengan intensitas angin rata-rata 2–10 knot. Meski begitu, ia menyebutkan, ombak diperkirakan akan lebih rendah pada 26–27 Desember dengan tinggi 0,5–1 meter.

    “Wilayah laut utara pinggir hujan ringan, namun tetap waspada karena cuaca bisa berubah setiap saat,” kata Ganis.

    Adapun Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) melaporkan terdapat dua pengunjung pantai yang sedang menikmati liburan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, tenggelam. Mereka tenggelam di tempat berbeda saat menikmati liburan pada Minggu, 25 Desember 2016.

    “Kejadian di Pantai Empu Rancak, Jepara, dan Pantai Bondo tempat terpisah dalam wilayah Jepara,” kata Koordinator Basarnas Pos SAR Jepara Wisnu Yuas.

    Menurut Wisnu, kedua wisatawan yang tenggelam adalah Abd. Adzky Robbi, 23 tahun, asal Plamongan Hijau, Kota Semarang; dan Ibnu Abdul Aziz, 17 tahun, asal Mejobo, Kabupaten Kudus.

    Korban Abd. Adzky Robbi hanyut terseret ombak di Pantai Empu Rancak Jepara pada Minggu, 25 Desember 2016, pukul 15.00 WIB, sedangkan Aziz terseret ombak saat berenang bersama tiga rekannya di Pantai Bondo Jepara pada pukul 16.15 WIB.

    Catatan yang dihimpun menunjukkan Robbi berenang bersama empat rekannya, kemudian terseret ombak ke tengah dan ditolong oleh nelayan. “Namun dia meninggal saat perjalanan menuju Rumah Sakit Islam Sultan Hadlirin Jepara,” kata Wisnu.

    Sedangkan korban Aziz baru ditemukan tim SAR gabungan pada Senin pagi, 26 Desember 2016 sekitar pukul 08.30 WIB, dalam keadaan terapung sekitar 50 meter dari bibir pantai.

    Wisnu meminta agar kejadian tenggelamnya wisatawan itu menjadi pelajaran bagi publik untuk berhati-hati saat menikmati liburan. Apalagi, berdasarkan info dari warga sekitar, lokasi di Pantai Bondo menunjukkan bahwa kawasan tersebut jarang digunakan untuk mandi karena kondisi pantai berpalung dan rawan bahaya, yang bisa menenggelamkan perenang.

    ”Sebenarnya korban Aziz bersama rekannya sudah diperingatkan warga sekitar, namun tak mengindahkan dan tetap berenang,” kata Wisnu.

    EDI FAISOL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.