Gerebek Teroris Purwakarta, Polisi Tak Temukan Bom  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Ahmad Subaidi

    ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Rikwanto mengatakan tim Detasemen Khusus 88 tak menemukan bom pada saat penggerebekan di rumah kontrakan terduga teroris Purwakarta. Ketika polisi menggeledah kontrakan tersangka, ditemukan banyak peralatan, seperti paku dengan berbagai macam ukuran dan timbangan. “Memang tidak ditemukan bahan-bahan bom. Tapi timbangan mengindikasikan mereka akan mendapat kiriman bom,” kata Rikwanto di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Senin, 26 Desember 2016.

    Baca: Ini Tanda ‘Pengantin’ Teroris Akan Bom Waduk Jatiluhur?

    Tim Detasemen Khusus menangkap dua orang yang diduga terlibat tindak pidana terorisme pada Minggu, 25 Desember 2016. Dua orang yang diduga bernama Ivan dan Rijal itu dicokok di Jalan Ubrug, Cibinong, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap keduanya, Densus bergerak ke rumah terapung di Waduk Jatiluhur pada pukul 12.30 WIB.

    Baca: Terungkap, Ini yang Jadi Sasaran Terduga Teroris Purwakarta

    Saat hendak ditangkap, kedua orang bernama Abu Sofi dan Abu Fais melawan. Akhirnya terjadi kontak senjata yang menewaskan keduanya. Selain menggerebek rumah kontrakan mereka di Jatiluhur, polisi menggeledah rumah kontrakan lama mereka di Bandung.

    Baca: Penggerebekan Teroris, Tersangka Serang Polisi dengan Golok

    Rikwanto mengatakan, pada saat penggerebekan Abu Sofi dan Abu Faiz, polisi diserang dengan pisau dan golok. Alat itu diduga akan dipakai mereka menyerang polisi pada malam tahun baru. “Mereka sengaja membeli pisau dan golok itu. Satu golok harganya Rp 50 ribu,” ucapnya.

    Ivan dan Rijal kini berada di Markas Korps Brimob di Depok untuk menjalani pemeriksaan. Sedangkan jenazah Abu Sofi dan Abu Faiz akan diautopsi dan berada di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

    REZKI ALVIONITASARI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.