Warga Makassar Diminta Tak Terprovokasi Media Sosial

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hacker/sosial media/Facebook. REUTERS/Dado Ruvic

    Ilustrasi hacker/sosial media/Facebook. REUTERS/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Makassar - Panglima Kodam VII Wirabuana, Mayor Jenderal Agus Surya Bakti mengimbau agar masyarakat jangan terprovokasi dengan informasi yang ada di media sosial.

    "Saya imbau masyarakat jangan percaya dengan media sosial. Kalau ada aneh di medsos tentang Makassar atau Sulawesi Selatan, silahkan langsung melapor ke polisi atau saya. Jangan langsung menyebarkan lagi," kata Agus saat peninjauan misa Natal di gereja Catedral Jalan Kajaolalido, Makassar, Sabtu malam 24 Desember 2016.

    Menurut dia, warga atau media harus memberikan informasi yang kredibel , sebab jika tidak maka akan ditindaki. Apalagi dengan adanya Undang-undang ITE. "Jadi agar kita tetap damai maka harus keras dalam aspek hukum," tutur dia.

    Saat itu, Agus menjelaskan pengamanan juga diintenskan hingga ke RT/RW bersama anggota kepolisian. Bahkan, lanjut dia, sekitar 2.000 personil TNI yang diturunkan gabungan bersama Polri. "Kita bersama-sama amankan Natal dan Tahun Baru," ujarnya.

    Saat ditanya pengamanan di perbatasan provinsi Sulsel, Sulawesi Barat dan Tengah. Agus mengaku seluruhnya sudah melakukan penjagaan ketat. Dengan melakukan operasi teritorial dan intelejen. "Semua perbatasan sudah kita koridor dengan melakukan operasi termasuk gabungan dengan Polri.

    Agus menambahkan bahwa kelompok teroris itu sudah ada tempat-tempat tertentunya, sehingga harus diwaspadai. "Itu yang kita pantau dan monitor terus. Tapi alhamdulillah sampai sekarang aman," ujarnya.

    "Kita juga tahu filosofi bugis Makassar. Jadi di daerah lain boleh kacau tapi di daerah kita jangan dan itu sudah komitmen kita."

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.