Natal, Polda Maluku Utara Siagakan Penembak Jitu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pengamanan pusat perbelanjaan jelang perayaan Natal.  ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    Ilustrasi pengamanan pusat perbelanjaan jelang perayaan Natal. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Ternate - Kepolisian Daerah Maluku Utara menyiagakan 800 personel dan sejumlah penembak jitu untuk mengamankan ibadah Natal.

    Menurut Kapolda Maluku Utara Brigadir Jenderal Tugas Dwi Aprianto, 800 personel itu disiapkan khusus untuk pengamanan Natal dan tahun baru. Jumlah tersebut belum termasuk bantuan dari TNI dan Satpol PP. Mereka akan ditempatkan di sejumlah titik penting seperti tempat ibadah serta kantor pemerintahan.

    "Semua personel diterjunkan dalam rangka mengantisipasi adanya ancaman teror. Dan saya sudah berlakukan sejak awal Desember," kata Tugas kepada Tempo, Sabtu malam, 24 Desember 2016.

    Tugas mengatakan, dalam mengamankan Natal dan tahun baru di Maluku Utara lima wilayah seperti Ternate, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Tengah, dan Morotai akan menjadi fokus utama pengamanan karena di beberapa titik ada penumpukan massa terkait dengan proses pemilihan kepala daerah.

    Polda Maluku Utara telah menyiapkan tim khusus untuk menindak tegas kelompok massa yang mencoba menganggu keamanan dan ketertiban. Masyarakat diharapkan dapat menghormati perbedaan dan tidak melakukan tindakan yang dapat memecah persatuan bangsa.

    "Tapi secara umum kondisi Maluku Utara aman dan tertib. Hingga malam Natal belum ada laporan yang menonjol. Semua masih berjalan normal dan saya harap kondisi seperti ini berlanjut hingga tahun baru," ujar Tugas.

    Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba mengungkapkan Pemerintah Provinsi Maluku Utara akan ikut membantu aparat kepolisian dalam mengamankan Natal dan tahun baru. Pihaknya bahkan selalu membangun koordinasi dengan semua kepala daerah dan instansi keagamaan.

    "Saya berharap langkah seperti ini akan membawa kesejukan dan kedamaian di Maluku Utara," kata Ghani.

    BUDHY NURGIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.