Sambangi Gereja-gereja,Kapolri Bicara Pentingnya Kebhinekaan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Tito Karnavian (tengah) memberikan pengarahan kepada unit

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian (tengah) memberikan pengarahan kepada unit "Brimob" sambil memeriksa pasukan saat apel pengamanan menjelang Natal dan perayaan Tahun Baru di Monumen Nasional di Jakarta, 22 Desember 2016. AP/Dita Alangkara

    TEMPO.CO, Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian berkeliling Jakarta untuk meninjau pengamanan Natal pada Sabtu, 24 Desember 2016. Dalam kunjungan itu, Tito menyempatkan diri menyapa umat yang sedang menjalankan ibadah Misa.

    “Selamat Natal untuk semuanya. Semoga cinta kasih dan damai dapat memberkati pada malam hari ini,” kata Tito dalam sambutannya di Gereja Reformed Injili Indonesia, Kemayoran, Sabtu malam.

    Selain ke Gereja Reformasi Injili Indonesia, Tito menyambangi Gereja Kristen Indonesia Menteng, Gereja Paroki Katederal, dan Gereja Immanuel. Ia datang bersama Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, pelaksana tugas Gubernur Sumarsono, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan, serta Pangdam Jaya Mayor Jenderal Teddy Lhaksamana.

    Tito menekankan kembali pentingnya kebinekaan dalam kehidupan bernegara. “Kita semua adalah satu bangsa meski dengan perbedaan. Kita sudah mencanangkan perbedaan itu bukan pemecah, melainkan pemersatu bagi kita. Kita sebagai warga negara Indonesia,” kata Tito.

    Tak lama Tito berada di tiap Gereja itu. Ia hanya menyempatkan waktu 10–15 menit untuk menyapa dan memberikan sambutan. Selain mendatangi gereja-gereja besar di Jakarta, Tito menyempatkan diri melihat sejumlah pos polisi yang disediakan dalam Operasi Lilin 2016. 

    Tito mengatakan akan menjamin ibadah Natal akan berjalan aman dan nyaman di seluruh Indonesia. Ia pun mengatakan saat ini sejumlah daerah di Jawa Tengah telah memasuki daerah siaga satu demi menjamin keamanan ini.

    EGI ADYATAMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.