Seluruh SPBU di Bima Sudah Beroperasi Lagi Setelah Banjir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana banjir bandang di Bima, Nusa Tenggara Barat, 22 Desember 2016. Tempo/Akhyar M. Nur

    Suasana banjir bandang di Bima, Nusa Tenggara Barat, 22 Desember 2016. Tempo/Akhyar M. Nur

    TEMPO.CO, Jakarta – Dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Bima, yang sempat berhenti beroperasi karena dihajar banjir bandang, kini sudah kembali beroperasi. Dengan demikian, per Sabtu, 24 Desember 2016, semua SPBU di Kota Bima sudah pulih dan siap melayani kebutuhan bahan bakar masyarakat Bima.

    Area Manager Communication & Relations Pertamina wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Heppy Wulansari menjelaskan, dua SPBU berhenti operasi karena alasan safety terkait dengan banjir bandang yang menimpa Bima beberapa hari terakhir. Keduanya adalah SPBU 54.841.04 di Taman Ria dan SPBU 54.841.01 di Amahami, yang sempat berhenti beroperasi sekitar setengah hari. Sedangkan SPBU 54.841.02 di Panda dan SPBU 54.841.03 di Penatoi tetap melayani masyarakat bahkan sesaat setelah banjir melanda.

    “Demi keamanan masyarakat juga, tentu kami memastikan dulu aspek keamanan dan keselamatannya hingga kami memutuskan SPBU dapat kembali beroperasi,” katanya.

    Heppy menambahkan, secara keseluruhan, ada 11 SPBU yang dipasok dari Terminal BBM Bima, yaitu 4 SPBU di Kota Bima, 3 SPBU di Kabupaten Bima, dan 4 SPBU di Dompu. Total penyaluran BBM dari Terminal BBM Bima sebanyak 150 kiloliter (kl) per hari untuk Premium dan 110 kl per hari untuk solar.

    Sejumlah jalur penyaluran hingga saat ini masih ada yang terganggu, seperti ke Sape, lantaran jembatan Lampe-Sape terputus. Dengan begitu, suplai BBM ke SPBU di Sape harus dipasok melalui jalur alternatif dengan waktu tempuh yang lebih lama dan harus dibantu pengawalan oleh personel Polres Kabupaten Bima.

    “Kami upayakan berbagai cara agar penyaluran tetap berjalan. Bahkan untuk beberapa lokasi, penyaluran menggunakan mobil tangki industri berkapasitas 5 kl karena ukurannya lebih kecil daripada mobil tangki BBM biasa yang berkapasitas minimal 15 kl. Jadi, lebih mudah menembus jalur-jalur yang masih terkendala,” ucap Heppy.

    Lebih lanjut Heppy menyampaikan, sejak awal terjadi banjir, tim Pertamina Terminal BBM Bima terus melakukan berbagai upaya untuk mengamankan distribusi BBM. Hal ini penting karena BBM merupakan salah satu hal yang vital untuk masa pemulihan Kota Bima setelah diterpa bencana.

    “Kami berharap bisa memberikan yang terbaik untuk mendukung masyarakat Bima bangkit kembali,” ucapnya.

    SUPRIYANTHO KHAFID



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?