Menteri Agama: Rayakan Natal dengan Kesederhanaan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menghadiri peluncuran Ensklopedia pemuka agama Nusantara di Jakarta, 19 Desember 2016. Ensiklopedia ini bertujuan membangun karakter bangsa sebagai bagian dari gerakan revolusi mental. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menghadiri peluncuran Ensklopedia pemuka agama Nusantara di Jakarta, 19 Desember 2016. Ensiklopedia ini bertujuan membangun karakter bangsa sebagai bagian dari gerakan revolusi mental. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berpesan kepada umat Kristiani agar tetap merayakan Hari Natal dalam suasana kesederhanaan. Dia mengatakan perayaan Natal ini harus dapat dijadikan momentum untuk bisa lebih meningkatkan kualitas kehidupan beragama sesuai nilai dan ajaran yang diyakininya.

    “Sebab, peningkatan kualitas beragama menjadi modal penting bagi pembangunan bangsa yang majemuk,” kata Lukman sebagaimana yang dikutip dari siaran persnya, Sabtu, 24 Desember 2016.

    Menurut Lukman, bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa religius dalam segala bentuk keragamannya. Ia pun berharap, semua pihak dapat mengedepankan sikap saling menghormati dan bertoleransi. Menurut dia, sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan sangat diperlukan keberagaman, terutama untuk merawat kerukunan dan kedamaian.

    "Untuk itu, hormati saudara-saudara kita yang tak mengucapkan 'Selamat Natal' atas dasar pemahaman keyakinannya, sebagaimana kita juga hormati mereka yang mengucapkannya," ujar Lukman.

    Lukman mengimbau masyarakat untuk menghormati umat Kristiani yang merayakan Natal. Selain itu, bagi umat Kristiani diharapkan menghormati masyarakat yang tidak merayakan Natal. Namun, apabila yang terjadi adalah sikap saling menuntut untuk dihormati, akan muncul pertanyaan tentang siapa yang memberi dan siapa yang mendapatkan.

    "Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah. Memberi lebih baik dari pada menerima apalagi meminta. Marilah berlomba dalam kebajikan," ujar Lukman. "Selamat bersuka cita dan berbahagia. Namun tetaplah dalam kesederhanaan dan taburlah kebaikan."

    LARISSA HUDA

    Baca juga:
    FPI Sebut Pakai Topi Santa Claus Akidah Bisa Jadi Dangkal
    Cek Kesiapan Pengamanan Natal, Kapolri Keliling Jakarta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.