Jokowi Akan Hadiri Perayaan Natal di Manado

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi memberikan sambutan saat Munas Realestat Indonesia (REI) ke-XV di Jakarta, 29 November 2016. TEMPO/Bambang Harymurti

    Presiden Jokowi memberikan sambutan saat Munas Realestat Indonesia (REI) ke-XV di Jakarta, 29 November 2016. TEMPO/Bambang Harymurti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo dijadwalkan menghadiri perayaan Natal di Manado, Sulawesi Utara. Jokowi tidak ada agenda menghadiri Natal di Dolok, Sanggul, Sumatera Utara.

    "Sampai saat ini tidak ada rencana keberangkatan Presiden ke Sumatera Utara," kata Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin, saat dikonfirmasi Tempo, Sabtu, 24 Desember 2016.

    Sebelumnya, beredar rencana perjalanan Presiden pada 25-26 Desember ke Sumatera Utara. Di edaran itu tertulis susunan acara Jokowi selama berada di Sumatera, di antaranya melakukan peresmian PLTP Geothermal Sarulla dan proyel-proyek lain. Dalam susunan acara itu, dicantumkan Presiden akan menghadiri perayaan Natal pada Senin, 26 Desember 2016, di Dolok, Sanggul.

    Bey menegaskan Presiden Jokowi diagendakan menghadiri perayaan Natal di Manado. Namun, Bey belum mau memberikan agenda resmi kunjungan Jokowi ke Manado. "Keterangan kami keluarkan saat keberangkatan atau hari-H," kata Bey.

    Umat Nasrani akan merayakan Natal pada Minggu besok. Kepolisian memperketat pengamanan Natal dengan berpatroli pada malam Natal, misalnya di wilayah hukum Kepolisian Daerah Metro Jaya.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan patroli skala besar akan dilakukan untuk memastikan kegiatan Natal berjalan kondusif. "Tujuannya memastikan pelaksanaan ibadah berjalan lancar dan tertib. Masyarakat pun merasa aman," kata Argo saat dihubungi, Sabtu, 24 Desember.

    Dia mengatakan patroli tidak hanya dilakukan di gereja-gereja, tapi juga di tempat keramaian. Misalnya pusat perbelanjaan, tempat wisata, dan tempat-tempat yang dianggap rawan kriminalitas. Screening dan razia pun akan dilakukan secara acak. "Razia dilakukan secara acak jika ada yang mencurigakan," katanya.

    AMIRULLAH | INGE KLARA

    Baca juga:
    Imigrasi: Tenaga Kerja Asal Cina Mencapai 31 Ribu Orang
    Cari Awak Kapal KRI Layang 635, TNI AL Tambah Armada


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.