Banjir Bima Mulai Surut Sekitar Pukul Sepuluh Malam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana banjir bandang di Bima, Nusa Tenggara Barat, 22 Desember 2016. Tempo/Akhyar M. Nur

    Suasana banjir bandang di Bima, Nusa Tenggara Barat, 22 Desember 2016. Tempo/Akhyar M. Nur

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan belum semua korban banjir di Bima, Nusa Tenggara Barat, mendapatkan bantuan. Distribusi bantuan terhambat banjir susulan.

    “Baru sebagian bantuan didistribusikan mengingat banjir kembali merendam Kota Bima,” kata Sutopo seperti dilansir keterangan tertulis, Jumat, 23 Desember 2016. Kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini adalah makanan siap saji, air mineral, air bersih, pakaian, selimut, tenda, tikar, matras, pelayanan medis, dan obat-obatan.

    Sutopo mengatakan BNPB sedang menyiapkan bantuan logistik untuk dikirim ke Bima. Dia mengatakan pengiriman akan dilakukan melalui dua cara yaitu dengan pesawat terbang dari Jakarta dan mengerahkan bantuan logistik dari Mataram.

    Hingga saat ini, penanganan darurat di Kota Bima terus dilakukan oleh BNPB, BPBD, TNI, Polri, Tagana, PMI, Basarnas, SKPD, relawan, NGO dan masyarakat. Tim SAR juga masih melakukan evaluasi.

    Beberapa wilayah di Kota Bima masih terendam banjir pada Jumat, 23 Desember 2016 sekitar pukul 18.00 WITA. Menurut Sutopo, ketinggian air di beberapa wilayah bahkan melebihi ketinggian banjir sebelumnya pada Rabu, 21 Desember 2016.

    Banjir terparah terjadi di Kecamatan Asa Kota dan Kecamatan Rasa Nae Barat. Ketinggian air di wilayah ini mencapai 1 - 1,5 meter. Listrik pun masih padam hingga malam hari sehingga kondisi gelap gulita. Namun hingga pukul 21.30 WITA, banjir terpantau berangsur-angsur surut.

    Banjir kedua di Kota Bima menyebabkan dua jembatan rusak berat diterjang banjir. Jembatan Penato’i yang menghubungkan Raba dan Kota Bima roboh sejak sore hari. Sementara jembatan Padolo yang menghubungkan Kabupaten Bima dan Kota Bima rusak berat.

    Berdasarkan data sementara dari BPBD Kota Bima, terdapat 593 rumah rusak berat, 2.400 rumah rusak sedang, 16.226 rumah rusak ringan. Jumlah rumah rusak diperkirakan bertambah karena pendataan belum selesai dilakukan dan adanya banjir susulan. Sutopo mengatakan tidak ada laporan korban jiwa akibat musibah tersebut.

    Korban banjir mengungsi di tempat seperti di masjid dan bukit di Penaraga, Rite, Santi, Tambana, Dana Traha, Bukit Jatiwangi, Bukit Kosambo Mande, Soncotengge, Bukit Penatoi, dan Dorolonda. Meskipun sebagian sudah berangsur surut, masyarakat belum berani kembali ke rumah karena khawatir banjir susulan. Hujan masih berpotensi turun di Bima dan sekitarnya.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.