Kasus Suap Wali Kota Cimahi, KPK Periksa Hasan Nasbi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suami dari Wali Kota Cimahi Petahana Atty Suharti Tochija ini diperiksa untuk tersangka pengusaha pelaksana proyek Hendriza Soleh Gunadi, dalam kasus suap  ijon pengerjakan proyek pembangunan Pasar Atas Barokah (PAB) Cimahi tahap II, yang menelan anggaran sebesar Rp57 miliar. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.

    Suami dari Wali Kota Cimahi Petahana Atty Suharti Tochija ini diperiksa untuk tersangka pengusaha pelaksana proyek Hendriza Soleh Gunadi, dalam kasus suap ijon pengerjakan proyek pembangunan Pasar Atas Barokah (PAB) Cimahi tahap II, yang menelan anggaran sebesar Rp57 miliar. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.

    TEMPO.CO, Jakarta – Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, mengatakan pihaknya hari ini memeriksa CEO PT Cyrus Nusantara Hasan Nasbi. KPK memeriksa Hasan sebagai saksi atas tersangka suami Wali Kota Cimahi nonaktif Atty Suharti, M. Itoc Tochija. Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan perkara proyek pembangunan Pasar Atas Baru Cimahi tahap II pada 2017.

    Febri memastikan Hasan datang pada pemeriksaan hari ini. “Posisi Hasan Nasbi diperiksa hari ini dalam jabatannya dia sebagai CEO PT Cyrus Nusantara,” katanya di KPK, Jumat, 23 Desember 2016. Ia menambahkan, Hasan diperiksa lantaran keterangannya dibutuhkan terkait dengan penyidikan indikasi tindak pidana korupsi tersebut. Namun, menurut Febri, belum mendapatkan informasi yang rinci atas materi pemeriksaan terhadap Hasan hari ini.

    Beredar informasi bahwa ada aliran dana antara tersangka dan PT Cyrus Nusantara. Namun Febri mengaku belum bisa mengkonfirmasi kabar tersebut. “Terkait dengan aliran dana sebenarnya bisa banyak hal, namun memang kami belum bisa sampaikan apa saja yang diperiksa pada saat saksi dipanggil.”

    KPK sebelumnya menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan suap Wali Kota Cimahi. Mereka adalah Wali Kota Cimahi nonaktif Atty Suharti; suami Atty, M. Itoc Tochija; serta pihak swasta yang memberi suap, Triswara Dhani Brata dan Hendriza Soleh Gunadi.

    Pada 2 Desember 2016, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan Atty dan Itoc dijanjikan diberi uang Rp 6 miliar oleh Triswara dan Hendriza. Uang tersebut untuk meloloskan proyek pembangunan Pasar Atas Baru Cimahi tahap II pada 2017 dengan nilai proyek mencapai Rp 57 miliar.

    Menurut Basaria, seharusnya Atty dan Itoc menerima 10 persen. Tapi mereka sepakat Rp 6 miliar untuk proyek tahap kedua Pasar Atas Baru. Adapun Atty merupakan calon Wali Kota Cimahi inkumben pada pemilihan kepala daerah serentak 2017. Atty menjabat Wali Kota Cimahi periode 2012–2017. Kepemimpinan Atty di Kota Cimahi melanjutkan jabatan suaminya, Itoc Tochija, yang telah dua periode menjadi orang nomor satu di Kota Cimahi.

    Tempo berusaha meminta konfirmasi perihal pemeriksaan Hasan Nasbi ke pihak Cyrus, namun hingga kini belum mendapat respons.

    DANANG FIRMANTO | FRISKI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.