Usut Jaringannya, Polisi Periksa Intensif 4 Terduga Teroris  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Brimob Polda Metro Jaya berjaga di tempat kejadian perkara (TKP) penggerebekan dan penembakan terduga teroris di Setu, Tangerang Selatan, Banten, 21 Desember 2016. Dalam penggrebekan tersebut, Densus 88 juga menemukan sebuah bom yang belum meledak. AP Photo/Tatan Syuflana

    Anggota Brimob Polda Metro Jaya berjaga di tempat kejadian perkara (TKP) penggerebekan dan penembakan terduga teroris di Setu, Tangerang Selatan, Banten, 21 Desember 2016. Dalam penggrebekan tersebut, Densus 88 juga menemukan sebuah bom yang belum meledak. AP Photo/Tatan Syuflana

    TEMPO.CO, Jakarta – Empat terduga teroris yang ditangkap dari lokasi berbeda saat ini sudah berada di Jakarta. Mereka adalah HA, 28 tahun, asal Batam; S (27), dari Batam; JT (39), dari Payakumbuh; dan Adam (26), dari Tangerang. Mereka ditangkap pada Rabu, 21 Desember 2016.

    ”Bagi empat orang, masih diperiksa intensif,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul di kantornya, Jumat, 23 Desember 2016.

    Adapun tiga terduga teroris yang tewas dalam penggerebekan di Tangerang, Martinus menambahkan, sudah diidentifikasi. Ketiga orang itu adalah Omen, Irwan, dan Helmi.

    Martinus mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan sidik jari online, gigi, dan DNA. Dua di antara jasad tersebut sudah teridentifikasi. “Keduanya, H (Helmi) dan I (Irwan), berasal dari Tasikmalaya,” ujarnya.

    Untuk pemeriksaan selanjutnya, Martinus menambahkan, penyidik akan berkoordinasi dengan keluarga. Ada kemungkinan tim penyidik mendatangi keluarga terduga teroris untuk pemeriksaan antemortem. Namun bisa juga pihak penyidik memanggil keluarga ke Rumah Sakit Polri untuk menjalani pemeriksaan.

    Menurut Martinus, pemeriksaan antemortem dilakukan untuk mencocokkan DNA pelaku dengan keluarga, seperti orang tua, saudara kandung, atau anak. Dari hasil pemeriksaan DNA tersebut, minimal 50 persen ada kesamaan antara terduga pelaku dan keluarga.

    DANANG FIRMANTO

    Baca juga:
    Jembatan Geser, Pengelola Tol Purbaleunyi Batasi Kendaraan
    Soal Harga BBM, Politikus Demokrat: Tak Perlu Menyindir SBY



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.