Alasan Wiranto Desak DPR Segera Putuskan Revisi UU Terorisme  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto setelah rapat koordinasi gubernur di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis 24 November 2016. Tempo/Arkhelaus W.

    Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto setelah rapat koordinasi gubernur di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis 24 November 2016. Tempo/Arkhelaus W.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto meminta Dewan Perwakilan Rakyat segera mengambil keputusan terkait dengan Revisi Undang-Undang Terorisme. Menurut dia, hal itu akan membuat aparat keamanan lebih leluasa dalam menanggulangi terorisme.

    "Karena terorisme itu suatu ancaman yang tidak hanya bergerak di wilayah nasional saja, dan bahkan sudah bergerak di internasional," ujarnya dalam acara konferensi pers di Media Center Kemenkopolhukan, Jakarta, Jumat, 23 Desember 2016.

    Baca juga:
    Pansus RUU Terorisme Akan Fokus pada Tiga Hal Ini
    DPR Serahkan 112 Daftar Masalah RUU Terorisme ke Pemerintah

    Wiranto menjelaskan terorisme tidak menunggu sampai undang-undang itu selesai. Ia menegaskan, jika undang-undang itu sudah diputuskan, aparat kemanan akan bisa bergerak lebih leluasa, lebih cepat, dan lebih dini, dalam penanggulangan terorisme.

    Selain itu, dia menambahkan, percepatan dalam pengambilan keputusan terkait dengan RUU Terorisme itu, akan dapat mengurangi kemungkinan aksi-aksi terorisme. "Karena tidak mungkin kami biarkan aparat keamanan yang kami tugasi memerangi terorisme dengan tangan terikat," ucapnya.

    GRANDY AJI | RINA W.

    Baca juga:
    Soal Harga BBM, Politikus Demokrat: Tak Perlu Menyindir SBY
    JK Prediksi Heboh 'Om Telolet Om' Akan Bertahan sampai...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.