Luhut: Tenaga Kerja Ilegal Cina di Indonesia Hanya 800 Orang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun dan CEO Citilink Albert Burhan berfoto bersama wisatawan asal Cina dalam penerbangan perdana Wuhan-Tanjung Pinang, di Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang,  18 Desember 2016. Tempo/Ghoida Rahmah

    Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun dan CEO Citilink Albert Burhan berfoto bersama wisatawan asal Cina dalam penerbangan perdana Wuhan-Tanjung Pinang, di Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang, 18 Desember 2016. Tempo/Ghoida Rahmah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan membantah bahwa tenaga kerja Cina di Indonesia mencapai jutaan orang. Menurut Luhut, angka 10 juta adalah target pemerintah mendatangkan turis dari Cina. Hingga kini, jumlah turis Cina baru mencapai 1,3 juta orang.

    "Tapi, angka itu dipelesetkan menjadi tenaga kerja kasar Cina yang masuk ke Indonesia. Data kami, tenaga kerja Cina yang mungkin ilegal hanya 800 orang," kata Luhut dalam konferensi persnya di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Jumat, 23 Desember 2016.

    Luhut menjelaskan, angka itu sangat wajar mengingat luasnya wilayah Indonesia. "Kalau sampai ada yang mengatakan angkanya 20 ribu, bawa ke saya, di mana, kapan, dan berapa banyak. Nanti kita cek, dia yang salah atau saya yang benar. Jangan manipulasi rakyat dengan berita yang tidak benar," tuturnya.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga membantah isu yang menyebutkan adanya jutaan tenaga kerja asal Cina yang masuk ke Indonesia. Namun, data yang disebutkan Luhut berbeda dengan data yang diperoleh Presiden Joko Widodo. Menurut Jokowi, jumlah tenaga kerja dari Cina mencapai 21 ribu orang.

    Luhut juga sempat menceritakan pertemuannya dengan pemerintah Jepang beberapa waktu lalu. Hingga kini, Jepang mampu menarik turis dari Cina sebanyak 40 juta orang.

    "Suatu angka yang spektakuler. Saya tanya, kenapa begitu? Kalian kan enggak suka sama Cina. 'Ya, kami enggak suka Cina. Tapi kami suka uangnya'. Itu joke-nya," katanya.

    Karena banyaknya jumlah turis Cina yang datang ke Jepang, menurut Luhut, masyarakat dapat dengan mudah menemukan tulisan bahasa Mandarin di beberapa titik di Jepang.

    "Yang itu enggak pernah selama ini. Menurut mereka, turis itu menjadi primadona di seluruh dunia. Ekonomi global enggak bagus, turis bagus," tuturnya.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI

    Baca juga:
    Jembatan Geser, Pengelola Tol Purbaleunyi Batasi Kendaraan
    Ahok Anggap APBD DKI Rp 70 Triliun Tidak Masuk Akal
    Soal Harga BBM, Politikus Demokrat: Tak Perlu Menyindir SBY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.