Demam Telolet, dari Bernada Dangdut sampai Mars 17 Agustus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pelajar sekolah menuliskan pesan

    Sejumlah pelajar sekolah menuliskan pesan " Om Telolet Om " agar pengemudi bus membunyikan klakson di Jalan Sudirman, Bekasi, Jawa Barat, 21 Desember 2016. Fenomena " Om Telolet Om " yang menjadi "trending topic" di media sosial. ANTARA/Risky Andrianto

    TEMPO.COTasikmalaya - Tiga bocah usia belasan terlihat asyik memfoto bus di pool bus Budiman di Jalan Ir H Juanda, Kota Tasikmalaya, Kamis, 22 Desember 2016. Mereka memfoto bagian depan, samping, dan belakang bus. "Saya belum punya foto bus telolet ini," kata Acep Yusril, 14 tahun, saat ditanya wartawan.

    Dia mengaku, sebagai bus mania, sebutan bagi penghobi bus, Acep mulai memfoto bus sejak usia 11 tahun atau dari kelas V SD. "Tiga tahun lalu suka bus," ujarnya. Awalnya, dia suka nongkrong di pinggir jalan menunggu bus “telolet” yang melintas. Ketika bus yang dimaksud melintas, Acep dan beberapa temannya mengacungkan dua jempol dan berteriak, "Om Telolet Om!"

    Acep dan teman-temannya biasa menunggu bus “telolet” di perlintasan kereta api Cibodas, daerah Gentong, dan rest area di perbatasan Tasikmalaya-Ciamis. "Kalau di rest area, kita foto bus yang sedang berhenti, istirahat," tuturnya.

    Acep bisa sampai dua jam nongkrong di pinggir jalan untuk menunggu bus “telolet”. Saat bus menyalakan klakson, dia merekam atau memfotonya dengan ponsel. "Kalau di pool paling satu jam," katanya.

    Baca: Video: DJ Kelas Dunia Ramai-ramai Bikin Lagu 'Om Telolet Om'  

    Jarak pool bus Budiman dengan rumah Acep cukup jauh. Dia harus dua kali naik angkutan umum untuk tiba di sana. "Bilang ke orang tua mau moto bus ‘telolet’," ucapnya. Menurut dia, ada kepuasan tersendiri setelah melihat bus dan mendengarkan klakson “telolet”-nya tersebut. "Senang."

    Bus yang banyak difoto dan didengar klakson “telolet”-nya adalah bus pariwisata, bus Budiman, dan Primajasa. Acep mulai nongkrong di pinggir jalan pada sore hari.

    Selama tiga tahun "memburu" bus “telolet”, Acep sudah mengumpulkan lebih dari seribu foto bus. "Di HP ini ada 700 foto. Belum lagi di HP yang satunya," tuturnya.

    Kini, Acep sedang mencari bus “telolet” yang memiliki klakson bernada musik dangdut. Di jalur Pantura, kata dia, banyak bus “telolet” bernada musik dangdut, bahkan lagu Hari Kemerdekaan. "Bus Garuda Mas bisa lagu 17 Agustus, di Jepara," katanya.

    Baca: Anies-Sandi Bikin Video 'Om Telolet Om'

    Awal mula Acep tertarik dengan bus “telolet” karena diajak teman. Mulanya hanya iseng, tapi lama-kelamaan dia jadi suka. "Ada kesenangan tersendiri," ujarnya. Acep berharap, saat besar nanti, dia bisa bergabung dengan komunitas Bus Mania. "Sekarang baru lihat web-nya, Busmania.org."

    Rekan Acep, Aldi Setiawan, 12 tahun, memiliki koleksi 600 foto bus “telolet”. Dia mulai suka bus karena diajak teman. "Dulu diajak teman megat (menunggu) bus. Lama-lama jadi suka," katanya.

    CANDRA NUGRAHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.