Tanpa Mesin X-Ray, Bandara Jambi Rawan Penyelundupan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas Angkasa Pura mengecek pembangunan terminal baru bandara Sultan Thaha di Simpang Tiga, Pekanbaru, Jambi, (22/5). Pembangunan terminal baru ini dimulai pada tahun 2011. Tempo/Aditia Noviansyah

    Sejumlah petugas Angkasa Pura mengecek pembangunan terminal baru bandara Sultan Thaha di Simpang Tiga, Pekanbaru, Jambi, (22/5). Pembangunan terminal baru ini dimulai pada tahun 2011. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jambi - Bandar Udara Sultan Thaha Jambi dinilai rawan sebagai tempat menyelundupkan barang-barang ilegal, seperti narkoba dan minuman keras. Hal itu dikekukakan oleh Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Sepakat Menjaga Ketertiban Negara (LSN Sembilan) Jambi, Jamhuri.

     Menurut Jamhuri, barang-barang ilegal yang berasal dari luar negeri itu bisa masuk dari berbagai daerah. Terutama yang dibawa oleh penumpang yang berasal dari Bandara Hang Nadim, Batam. “Sampai saat ini Bandara Sultan Thaha tidak dilengkapi perangkat mesin X-Ray. Juga tidak ada petugas Bea Cukai,” katanya kepada Tempo, Kamis, 22 Desember 2016.

    Jamhuri menjelaskan, walaupun Bandara Sultan Thaha belum berstatus bandara internasional dan tidak diharuskan memeriksa penumpang dan barang bawaannya saat tiba, tapi setelah dibuka rute penerbangan Batam – Jambi, sudah seharusnya dilengkapi mesin X-Ray dan petugas Bea Cukai. “Batam sudah tergolong daerah free trade zone (kawasan bebas).

    General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi Achmad Syahir tak menampik kerawanan bandara itu dijadikan pintu oleh para penyelundup. Namun, karena status Bandara Sultan Thaha masih merupakan bandara domestik, tidak diwajibkan dilengkapi mesin X-Ray dan dijaga petugas Bea Cukai.

    Syahir mengatakan, pihak Bea dan Cukai Jambi sudah pernah mengusulkan kelengkapan alat deteksi berupa mesin X-Ray dan penempatan petugas Bea Cukai. Namun, usulan itu ditolaknya. Dia beralasan takut menabrak regulasi.

    Syahir menjelaskan, para penumpang dan seluruh barang bawaannya yang tiba di Bandara Sultan Thaha sudah diperiksa saat masih berada di bandara tempat keberangkatannya. “Untuk menghindari adanya hal-hal tak diinginkan, kami sudah menempatkan petugas kepolisian dan TNI di bandara," ujarnya.

    Setiap hari Bandara Sultan Thaha melayani 46 penerbangan dari dan ke Jakarta, Pekanbaru, Palembang, Batam, Dabo Singkep, Muaro Bungo dan Kerinci. "Kita baru saja mengoperasikan terminal baru. Run way sepanjang 2.220 meter akan ditambah menjadi 2.600 meter," ucap Syahir.

    Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Kantor Bea dan Cukai Madya Tipe B Jambi Albert Simorangkir mengakui Bandara Sultan Thaha rawan sebagai pintu masuk barang ilegal asal Batam. Dia sudah mengusulkan menempatkan petugas Bea Cukai dan mesin pendeteksi barang bawaan penumpang.

    “Harapan kami seperti yang kami lakukan di pelabuhan laut yang ada di daerah ini dengan melakukan pemeriksaan setiap barang yang masuk, terutama yang berasal dari Batam," tutur Albert.

    SYAIPUL BAKHORI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.