Pesan Jokowi di Hari Ibu: Jangan Remehkan Perempuan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan pengantar dalam rapat koordinasi dengan para Panglima Komando daerah Militer dan Kepala Kepolisian daerah di Istana Negara, Jakarta, 24 Oktober 2016. Jokowi membahas dua hal yaitu mengenai Pungutan liar dan Pilkada. Tempo/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo memberikan pengantar dalam rapat koordinasi dengan para Panglima Komando daerah Militer dan Kepala Kepolisian daerah di Istana Negara, Jakarta, 24 Oktober 2016. Jokowi membahas dua hal yaitu mengenai Pungutan liar dan Pilkada. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COSerang - Presiden Joko Widodo menghadiri peringatan Hari Ibu Tingkat Nasional di halaman Masjid Raya Al-Bantani, Serang, Banten, pada Kamis, 22 Desember 2016. Mengenakan batik lengan panjang bernuansa hijau, Jokowi ditemani Ibu Negara Iriana Jokowi dan sejumlah menteri Kabinet Kerja, di antaranya Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise.

    Presiden Jokowi mengungkapkan pentingnya peran ibu dan perempuan bagi pembangunan bangsa. “Jangan pernah meremahkan keterlibatan, kemampuan para ibu. Sebab, jika mereka turun tangan, bisa selesai semua masalah kita,” ujar Presiden.

    Baca: Mendapat Bagian Bunga Mawar, Ibu-ibu Tersenyum

    Di Indonesia, menurut Presiden Jokowi, jumlah perempuan yang menjadi kepala daerah, baik itu bupati, wakil bupati, wali kota, maupun wakil wali kota, sebanyak 77 orang. Bahkan, Presiden melanjutkan, saat ini Indonesia mempunyai menteri perempuan terbanyak di dunia, yaitu sembilan menteri. "Indonesia memiliki menteri perempuan terbanyak," kata Presiden.

    Sembilan menteri perempuan itu, selain Yohana Yambise, ada Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

    Dalam persaingan global, menurut Presiden, peran ibu sangat diperlukan untuk mengarahkan dan membentuk kepribadian anak. “Indonesia membutuhkan para ibu untuk membimbing anaknya, untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, persatuan bangsa di hati dan pikiran anak bangsa,” tuturnya

    Baca Juga: Hari Ibu, Twitter Luncurkan Emoji Khusus

    Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Banten Deden Apriandhi mengatakan kedatangan Presiden Joko Widodo juga untuk memastikan gerakan sayang anak dan ibu serta mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak dan ibu di Tanah Air.

    WASI’UL ULUM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.