Soal Bebas Visa, Lemhanas: Waspadai Serbuan Warga Asing

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukan cara penggunaan paspor elektronik pada autogate, saat peresmian gerbang imigrasi otomatis tersebut di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Kamis (26/1). TEMPO/Kink Kusuma Rein

    Petugas menunjukan cara penggunaan paspor elektronik pada autogate, saat peresmian gerbang imigrasi otomatis tersebut di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Kamis (26/1). TEMPO/Kink Kusuma Rein

    TEMPO.CO, Jakarta - Tenaga Pengkaji Bidang Demografi Lembaga Pertahanan Nasional Laksamana Muda TNI Yani Antariksa mengatakan, kebijakan bebas visa dan Masyarakat Ekonomi ASEAN berdampak pada jumlah warga asing yang masuk ke Indonesia.

    Lemhanas meminta pemerintah mewaspadai lonjakan jumlah tersebut, terutama warga asing yang masuk secara ilegal. "Mereka bisa terlibat dalam peredaran narkoba, prostitusi, dan terorisme," kata Yani dalam diskusi "Menakar Penyalahgunaan Izin Imigrasi Terhadap Ketahanan Nasional" di Cikini, Jakarta, Rabu, 21 Desember 2016.

    Yani mengatakan, persoalan tersebut pada saat ini belum akan berpengaruh terhadap ketahanan nasional. "Sebab, yang terdaftar tidak sampai setengah persen dari total penduduk Indonesia," kata dia.

    Simak Pula
    Terduga Teroris di Deli Serdang Disebut Pernah Dibaiat ISIS
    Perhatian Dunia, Begini Kata Pengamat

    Namun, ia juga tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi 5-10 tahun mendatang terhadap ketahanan nasional bila pemerintah tidak mewaspadai masuknya warga negara asing ilegal. "Siapa yang bisa menjamin," ujarnya.

    Berdasarkan data imigrasi, hingga Oktober 2016 tercatat kunjungan warga negara asing ke Indonesia mencapai 9,40 juta orang atau naik 9.54 persen dari tahun sebelumnya yang berada di angka 8.78 juta.

    Adapun jumlah tenaga kerja asing juga meningkat pesat sebanyak 73,46 persen sejak MEA diberlakukan. Bila Desember 2015 jumlahnya mencapai 14.450 orang, pada Januari 2016 sudah mencapai 25.283 orang.

    AHMAD FAIZ

    Simak Juga

    Pasca Video Ngamuk, Olla Ramlan Bikin Status Ini di Medsos

    5 Pelaku Sweeping di Solo Jadi Tersangka


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.